Pembelajaran Jarak Jauh?

Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI) adalah tempat saya belajar dan mengajar. Ya, saya adalah alumni kampus tersebut dan saya ditakdirkan kembali lagi ke FK UNRI untuk mengabdi sebagai tenaga pendidik. Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) saat ini mengakibatkan berbagai perubahan di beberapa aspek kehidupan, termasuk pendidikan yang memilih adaptasi dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

FK UNRI termasuk salah satu institusi pendidikan yang mengganti metode kuliah tatap muka dengan PJJ secara online. Proses pembelajaran dilakukan melalui sebuah aplikasi video conference dimana seorang dosen menjadi host dan semua mahasiswa menjadi peserta yang menyaksikan penjelasan dosennya lewat smartphone atau komputer masing-masing. Saya baru saja menyelesaikan PJJ beberapa hari yang lalu. Sebuah pertanyaan terlintas begitu saja di pikiran saya: apakah metode pembelajaran jarak jauh seperti ini efektif?


Persiapan kuliah online dimulai dengan meng-install aplikasi video conference di perangkat dosen dan masing-masing mahasiswa. Aplikasi yang digunakan oleh FK UNRI adalah Free Conference Call (FCC) yang bisa didapatkan secara gratis. Ada banyak aplikasi video conference gratis yang beredar di internet, tetapi banyaknya mahasiswa yang lebih dari 100 orang per kelas membuat aplikasi FCC lebih unggul dibandingkan aplikasi lainnya. Aplikasi FCC juga memungkinkan host merekam proses perkuliahan dan membuat laporan tentang kehadiran mahasiswa secara instan. Rekaman kuliah dapat di-download dan ditonton ulang sehingga dapat membantu mahasiswa mempelajari ulang materi kuliahnya.

Keuntungan kuliah secara online adalah fleksibilitasnya. Perkuliahan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan persiapan yang tidak begitu rumit, bahkan kuliah bisa dilaksanakan lewat telepon genggam. Semua proses perkuliahan, seperti presensi mahasiswa dan diskusi tanya-jawab, dapat direkap dengan praktis karena memanfaatkan teknologi digital. Keuntungan lain yang tidak disangka-sangka adalah mahasiswa lebih aktif berdiskusi ketika kuliah online dibandingkan kuliah tatap muka. Ketika saya tanyakan kepada mahasiswa mengapa hal ini bisa terjadi, mereka berkata bahwa mereka malu bertanya ketika kuliah tatap muka. Bertanya ketika kuliah online rasanya seperti tidak ada beban hahaha -_-

Namun, kuliah online juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan yang paling saya rasakan adalah terbatasnya interaksi antara dosen dan mahasiswa ketika perkuliahan dilaksanakan. Dosen seolah-olah hanya berbicara dan “mengoceh” seorang diri di depan komputer. Komunikasi terkesan hanya satu arah. Dosen tidak pernah tahu apakah mahasiswa benar-benar mendengarkan atau tidak. Hal ini bisa diatasi dengan meminta mahasiswa mengaktifkan fitur kamera, tetapi banyaknya jumlah mahasiswa membuat hal itu mustahil untuk dilakukan. Interaksi ketika kuliah tatap muka sepertinya tidak akan bisa digantikan dengan metode pembelajaran apa pun.

Kekurangan lainnya adalah banyak modal yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan kuliah online, seperti perangkat smartphone atau komputer dan kuota internet. Yang paling banyak mengeluarkan modal adalah mahasiswa. Mungkin seorang dosen hanya mengajar satu atau dua kali pertemuan, tetapi mahasiswa harus mengikuti kuliah semua dosen yang jumlahnya mencapai belasan bahkan puluhan kali pertemuan. Perlu diingat bahwa tidak semua mahasiswa tergolong orang yang mampu. Jika kuliah online ini diteruskan, semoga ada keringanan dan juga bantuan kepada mahasiswa agar mereka tidak terlalu terbebani.

Jadi, apakah kuliah online ini adalah metode pembelajaran yang efektif? Menurut saya, metode PJJ seperti di atas sudah sangat baik dan cukup efektif, tetapi perkuliahan secara online tidak akan bisa sebaik pertemuan tatap muka, terutama masalah interaksi antara dosen dan mahasiswa yang merupakan kekurangan terbesar dari kuliah online. Bagaimana menurut Anda?

Marilah kita sama-sama berusaha mencegah penyebaran COVID-19 dengan senantiasa melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan physical distancing. Semoga pandemi COVID-19 bisa segera berakhir dan semoga kita bisa memenangkan “peperangan” ini tanpa ada lagi korban jiwa. Aamiin ya Allah, ya rabbal ‘alamin.

2 comments for "Pembelajaran Jarak Jauh?"

  1. Salah satu kendala utamanya, jaringan internetnya nggak sama, ada yg lancar dan ada yg nggak. Tentunya boros juga dgn kuatanya. Kita berserah pada-Nya semoga coronavirus pandemic bisa cepat selesai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Pak. Pembelajaran online saat ini perlu dikaji lagi agar menjadi sistem pembelajaran yang efektif.

      Mari sama-sama berdoa semoga pandemi COVID-19 ini bisa segera berakhir.

      Delete

Post a comment