Universitas Riau Hobi Menunda Wisuda?

Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) semakin meluas dan statusnya kini sudah menjadi pandemi yang menandakan bahwa penyebab COVID-19, yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), telah menginfeksi banyak orang di berbagai negara dalam waktu yang singkat. COVID-19 juga ditemukan di Indonesia. Kasus pertama diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020 yang lalu dan jumlahnya kini sudah mencapai 134 kasus.

Menanggapi peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran pada tanggal 9 Maret 2020 yang memuat delapan belas poin tentang pencegahan COVID-19 pada satuan pendidikan.


Universitas Riau (UNRI) juga mengambil langkah pencegahan COVID-19 di lingkungan universitas dengan mengeluarkan surat edaran pada tanggal 15 Maret 2020 yang ditandatangani langsung oleh Rektor UNRI.


Surat edaran Rektor UNRI memancing berbagai respons dari mahasiswa UNRI. Hal ini dapat dilihat pada media sosial Instagram @mahasiswa_universitasriau yang juga memasukkan surat edaran tersebut ke timeline-nya. Poin yang cukup kontroversial adalah keputusan untuk menunda wisuda periode Maret 2020 yang semula dijadwalkan pada tanggal 18-19 Maret 2020.


Tentu Anda bisa menebak protes terhadap keputusan tersebut datang dari mana. Ya, protes paling keras datang dari mahasiswa yang rencananya akan wisuda pada bulan Maret ini. Persiapan yang sudah matang sejak jauh-jauh hari untuk menyambut seremoni paling sakral bagi mahasiswa itu menjadi kacau. Keputusan menunda wisuda dikeluarkan tiga hari sebelum jadwal pelaksanaan wisudanya. Mahasiswa menyebutkan bahwa keputusan yang dikeluarkan terkesan sepihak dan sangat mendadak. Bahkan, gladi resik wisuda seharusnya dilaksanakan pada hari ini, tanggal 16 Maret 2020. Beberapa mahasiswa dari luar Riau sudah berada di Pekanbaru dari kemarin untuk mengikuti gladi resik. Ironisnya, kemarin pula dikeluarkannya keputusan untuk menunda jadwal wisuda.

Menurut saya, hal yang membuat suasana semakin panas adalah ini bukanlah pertama kalinya UNRI mengundur jadwal wisuda “sampai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya”. Seingat saya, wisuda periode sebelum ini juga mengalami kemunduran jadwal. Apakah benar UNRI hobi menunda jadwal wisuda?


Sebelumnya saya tegaskan bahwa tulisan ini adalah opini pribadi. Saya adalah alumni UNRI dan juga pernah mengalami penundaan jadwal wisuda. Seingat saya, wisuda yang ditunda ketika itu adalah wisuda periode Oktober 2015. Jika Anda mahasiswa UNRI, mungkin Anda mengetahui “Gedung Gasing”. Ya, itulah tempat saya dan teman-teman seangkatan saya diwisuda ketika itu. Jika Anda tidak mengetahuinya, saya rasa cukup wajar karena gedung tersebut tak kunjung selesai dibangun hingga saat ini.

Penundaan wisuda ketika itu bukannya tanpa alasan. Penyebabnya adalah datangnya bencana kabut asap akibat Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) yang dinilai sudah sangat berbahaya, kira-kira sama dengan yang terjadi di Provinsi Riau pada tahun 2019 lalu. Kampus UNRI pun lumpuh: kuliah diliburkan, mahasiswa dirumahkan, dan wisuda diundur ke jadwal yang belum bisa dipastikan. Bagaimana perasaan kami ketika itu? Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi sekarang: banyak mahasiswa yang mengajukan protes. Namun, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Bencana itu datang tanpa permisi. Bencana datang tanpa memperhatikan kapan wisuda akan digelar. Protes seperti apa pun yang disampaikan tidak berguna. Ya, jadwal wisuda tetap ditunda. Kami memaklumi bahwa keputusan itu adalah keputusan terbaik bagi seluruh civitas akademika UNRI, termasuk para mahasiswa yang seharusnya diwisuda.

Hal tersebut juga terjadi sekarang. COVID-19 adalah bencana non-alam yang sudah ditetapkan statusnya menjadi bencana nasional. Langkah pencegahan penyebaran COVID-19 yang terus-menerus digalakkan adalah social distancing, yaitu semua orang diharapkan menghindari keramaian atau sebisa mungkin tidak membentuk “keramaian” untuk memutuskan rantai penularan penyakit. Itulah yang menjadi dasar bagi pimpinan universitas untuk menunda kegiatan wisuda kali ini.

Salah satu fakta yang menyeramkan dari COVID-19 adalah penularannya sulit diprediksi. Virus ini bisa menular melalui droplet atau percikan ludah yang dikeluarkan oleh orang yang sudah terinfeksi SARS-CoV-2. Mengapa sulit diprediksi? Orang yang sudah terinfeksi bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali (asimptomatis). Ya, terlihat seperti orang yang sangat sehat. Periode “sehat” ketika sudah terinfeksi itu disebut dengan masa inkubasi. Bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi jika kita sengaja menyelenggarakan keramaian? Mungkin kita semua terlihat sehat, tetapi bisakah Anda menjamin semua orang benar-benar sehat dan tidak akan menyebarkan penyakit COVID-19? Anda bersikeras ingin tetap diwisuda? Silakan tetap menggelar wisuda, tetapi jangan sekali-sekali menyalahkan pimpinan universitas jika nantinya Anda terjangkit COVID-19, atau bahkan kemungkinan terburuknya, meninggal setelah wisuda!

Penundaan wisuda tidak hanya terjadi di UNRI. Perguruan tinggi lain juga menunda wisudanya untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Brawijaya (UB). Pada periode wisuda kali ini, UNRI tidak membatalkan wisuda tanpa kompensasi. Langkah yang diambil oleh UNRI adalah menunda pagelaran wisuda, tetapi ijazah akan tetap diberikan kepada wisudawan/wisudawati walaupun seremoninya belum diselenggarakan. Ya, Anda bisa mendapatkan ijazah yang menjadi tanda bahwa Anda sudah menyelesaikan pendidikan tinggi. Saya yakin bahwa ketika ijazah sudah diserahkan kepada mahasiswa, ijazah tersebut bisa langsung digunakan sebagaimana mestinya, seperti melamar pekerjaan. Mungkin Anda tidak merasa benar-benar lulus karena Anda harus kembali lagi untuk mengikuti wisuda, tetapi saya rasa hal itu tidaklah terlalu buruk. Saya harap pihak universitas nantinya bisa memberikan kejelasan tentang hal ini.

Marilah kita bekerja sama dan berdoa semoga penyebaran COVID-19 ini bisa segera dihentikan. Masing-masing kita bisa ikut serta untuk memutus rantai penularan penyakit ini dengan cara menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan social distancing. Salam sehat untuk kita semua ;)

No comments for "Universitas Riau Hobi Menunda Wisuda?"