28 September 2017

Teka-teki #013 - Pemangkas Rambut

Di desa Gotong Royong, hiduplah warga-warganya dengan damai dan sejahtera. Masing-masing penduduk memiliki pekerjaannya masing-masing. Ada yang menjadi petani, tukang kebun, nelayan, dan pekerjaan lainnya. Mereka sangat bersyukur dengan keadaan yang mereka rasakan saat ini.

Masing-masing pekerjaan tentu memiliki tugasnya masing-masing. Biasanya tugas ini bersifat unik untuk masing-masing pekerjaan. Unik berarti tidak ada pekerjaan yang memiliki tugas yang sama. Petani yang menanam padi tidak sama tugasnya dengan nelayan yang menangkap ikan. Ya, begitulah pekerjaan, sudah dibuat sedemikian rupa sehingga semua segi kehidupan dan kesejahteraannya dapat terpenuhi.

Di desa tersebut, hanya ada dua orang pemangkas rambut, yaitu Eko dan Fitra. Seperti yang dijelaskan tadi, masing-masing pekerjaan bersifat unik sehingga yang bertugas untuk memangkas rambut hanyalah Eko dan Fitra, tidak ada orang selain mereka berdua yang boleh memangkas rambut.


Jika dilihat rambut kedua pemangkas rambut ini, rambut Eko lebih rapi dibandingkan dengan rambut Fitra. Rambut Fitra terlihat acak-acakan dan kurang sedap dipandang mata, berbeda jauh dari rambut Eko yang potongannya sangat bagus dan rapi sekali.

Jika Anda ingin memangkas rambut dan disuruh memilih antara kedua pemangkas itu, manakah yang Anda pilih? Eko atau Fitra? Ya, penampilan mereka dapat membantu Anda menentukan pilihan (^_^)

Catatan: semua tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, saya mohon maaf karena saya tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

SOLUSI 
Karena hanya ada dua orang pemangkas rambut dan tidak mungkin seseorang bisa memangkas rambutnya sendiri, ketika salah seorang pemangkas rambut ingin memangkas rambut, rambutnya akan dipangkas oleh pemangkas rambut yang lain. Dengan kata lain, Eko yang memangkas rambut Fitra dan Fitra yang memangkas rambut Eko. Berarti, rambut Eko yang terlihat rapi adalah hasil pangkas Fitra dan rambut Fitra yang terlihat acak-acakan adalah hasil pangkas Eko.

Sekarang Anda yang menentukan pilihan Anda sendiri. Silahkan datang ke Fitra untuk mendapatkan hasil pangkas yang rapi, dan tidak ada salahnya jika Anda datang ke Eko untuk mendapatkan hasil pangkas yang terlihat acak-acakan.

27 September 2017

Submit Artikel ke Jurnal Ilmiah? Challenge Accepted!

Saya lupa sejak kapan saya mulai menulis, tetapi satu hal pasti: saya suka menulis. Saya menikmati saat-saat dimana jari-jari saya mulai menggoreskan konsep-konsep tulisan di atas kertas serta menari di atas keyboard untuk mengubah ide di dalam kepala menjadi tulisan di luar kepala dan dapat dibaca oleh banyak orang. Oleh karena alasan itulah blog ini dibuat, yaitu menjadi tempat untuk menyalurkan tulisan saya.

Blog ini juga membuat saya bertemu teman-teman dengan hobi yang sama. Ya, mereka juga menyalurkan tulisan mereka melalui blog. Kebanyakan dari mereka adalah teman-teman yang baru saya kenal dan saya mengunjungi blog mereka untuk mengalaminya. Saya membaca tulisan-tulisan mereka dan semuanya luar biasa! Melihat itu semua, saya masih perlu banyak belajar. Saya ingin tulisan saya memiliki karakter, suatu hal yang membuat penulis akan berkata “pasti ini tulisan Bayu” saat membaca tulisan saya :)

Tulisan di blog ini memang gado-gado, tidak ada tema atau topik tertentu yang saya tulis disini. Ketika saya memiliki ide tertentu, saya akan langsung memasukkannya ke dalam blog. Atau, jika ada sesuatu yang harus saya ingat, saya akan menuliskannya di blog sehingga saya dapat dengan mudah menemukan catatan pengingat itu disini. Hitung-hitung sekalian belajar membuat tulisan, karena mewujudkan ide menjadi rangkaian kata-kata bukanlah perkara yang mudah bagi saya.

Di suatu pagi, saat saya mengamati kicauan-kicauan di lini masa Twitter untuk membaca berita seperti biasanya, saya menemukan tweet dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang isinya:


Seketika itu diri saya menjadi tergerak untuk memasukkan tulisan ke dalam Jurnal Kesehatan Melayu (JKM) tersebut. Mengapa saya tertarik? Saya dulu pernah memiliki project untuk membuat ensiklopedia dokter dengan nama Dokter Pedia yang berisi tentang artikel-artikel ilmu kedokteran dan informasi kesehatan. Namun, project itu berhenti tanpa pernah dimulai sebelumnya *itu namanya belum pernah dikerjakan *yang penting sudah ada idenya *intinya project itu hanya sebatas angan-angan *abaikan percakapan dalam hati saya ini haha -_-

Pengumuman call for papers untuk JKM yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) bisa menjadi tempat bagi saya untuk melanjutkan project Dokter Pedia yang belum pernah dimulai itu. Walaupun saya tidak bisa membuat ensiklopedia sendiri, setidaknya saya bisa turut serta memasukkan artikel ilmu kedokteran dan informasi kesehatan ke dalam jurnal ilmiah tentang kesehatan. Sekaligus saya ingin turut serta memajukan institusi tempat saya belajar dengan tulisan saya. Begitu pikirku *terlalu percaya diri menganggap tulisannya bagus, padahal tulisan masih acak-acakan *halah -_-

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, FK UR tidak mau ketinggalan dengan kemajuan zaman. JKM ini adalah buktinya! JKM merupakan jurnal ilmiah yang berisi artikel tentang kesehatan, meliputi artikel penelitian (original article), tinjauan pustaka (review article), dan laporan kasus (case report). Jurnal ini baru saja menerbitkan edisi perdananya tahun ini, tepatnya pada bulan September 2017. Rencananya JKM akan terbit 3 kali tiap tahunnya, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Jurnal ini dapat diakses secara online pada halaman web JKM ( jkm.fk.unri.ac.id ). JKM volume 1 nomor 1 tahun 2017 berisi 6 original article, 3 review article, dan 1 case report. Artikel di dalamnya telah ditinjau oleh para ahli di bidangnya sebelum dipublikasikan sehingga kualitas artikelnya tidak perlu diragukan lagi. Silahkan klik gambar di bawah ini untuk mengakses JKM edisi September 2017.


Tunggu dulu! Memangnya bisa menulis artikel untuk jurnal ilmiah? Membuat tulisan gado-gado saja sulit, apalagi membuat artikel ilmiah. Bagaimana anggapan Anda tentang artikel ilmiah? Ya, suatu artikel yang dipenuhi dengan latar belakang yang ilmiah, tinjauan pustaka yang ribet, angka-angka hasil penelitian, dan berbagai penjelasan sains yang cukup memusingkan kepala. Artikel ilmiah tidak bisa dibuat sembarangan, harus dibuat menggunakan referensi ilmiah pula, ditambah lagi dengan beberapa aturan penulisan ilmiah baku yang kaku. Masih yakin mau memasukkan artikel ke jurnal ilmiah? Jawaban saya singkat: challenge accepted!

Kemarin saya sudah mengajukan tulisan saya untuk dimasukkan ke dalam JKM. Saya tidak terlalu berharap tulisan saya diterima untuk diterbitkan dalam JKM edisi berikutnya, karena saya yakin masih banyak kekurangan di dalam tulisan yang saya buat itu. Setidaknya saya mendapat pelajaran yang sangat berharga tentang menulis dari pengalaman ini. Semoga saya bisa membuat tulisan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang :)

26 September 2017

Regional Workshop - Bioinformatics for Health Care, Research, and Education 2017


Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) ke-16 pada tahun 2017, FK UR bekerja sama dengan Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia (PBBMI) Cabang Pekanbaru mempersembahkan

Regional Workshop
Introduction to Bioinformatics for Health Care, Research, and Education

Pekanbaru, 13-14 Oktober 2017

Pembicara

Dr. Mohammad Asif Khan
Director, Perdana University Centre for Bioinformatics, Malaysia dan Adjunct Professor di Johns Hopkins University, USA

Dr. Setia Pramana
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Jakarta

Assoc. Prof. Bimo A. Tejo
Dean, Faculty of Applied Sciences UCSI, Malaysia

Dr. Kholis A. Audah
Vice Director for Research Swiss German University, Department of Biomedical Engineering Swiss German University

Scope of workshop

  • Genomics and The Omics World
  • Introduction to Bioinformatics and Computational Biology
  • Introduction to NGS
  • NGS Data Analysis Pipeline
  • Introduction to Immunology
  • Vaccine Design
  • Drug Design

Registration fee

Rp1.000.000 (PBBMI member)
Rp1.500.000 (Non-member)

Payment method

Rekening BNI dengan nomor rekening 04-5736-9079
a.n. Saberina Hasibuan

Kirimkan bukti pembayaran registrasi melalui email dan bukti pembayaran yang asli harap diserahkan pada saat acara berlangsung.

Deadlines

Registrasi: 1 Oktober 2017
Pembayaran: 7 Oktober 2017

Daftarkan diri Anda pada webpage http://bit.ly/daftarworkshop2017

Contact

Email: pbbmi@pku.or.id
Telp: +62 812 6720 9898 (Mrs. Riryn)

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) VIII - Dies Natalis FK UR Tahun 2017


Dalam rangka Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) ke-17 pada tahun 2017, FK UR mempersembahkan

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) VIII

To Improve Basic Knowledge and Skills of Medical Practitioners
in Cardiometabolic and Endocrine Field of Medicine

Sabtu, 4 November 2017
@ Hotel Pangeran, Pekanbaru

Bentuk kegiatan

  • Simposium
  • Workshop
  • Poster ilmiah
  • Pameran farmasi
  • Temu alumni

Simposium

  • Aspek Medikolegal pada Kegawatan di Bidang Kardiometabolik Endokrin
  • Current Treatment in Diabetes to Prevent Cardiovascular Complication
  • Marker Baru Aterosklerosis
  • Obesitas: Permasalahan dan Penatalaksanaannya
  • Sindroma Metabolik: Treat or Not to Treat?
  • Optimalisasi insulin pada Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) dan Penyakit Kardiovaskular
  • Pilihan Bijak Terapi Oral pada DMT2
  • Penatalaksanaan Hipertensi pada DMT2 dan Penyakit Kardiovaskular
  • Diagnosis dan Tatalaksana Peripheral Artery Disease (PAD)
  • Diagnosis dan Penatalaksanaan Dislipidemia
  • Tatalaksana Gagal Jantung berdasarkan Guideline Terbaru
  • Sindroma Koroner Akut dan Hiperkoagulasi pada DMT2
  • Kelainan Sendi pada Obesitas

Biaya pendaftaran simposium

Workshop

Halfday workshop on Diabetes Mellitus Type 2 (DMT2) and Insulin Optimalization
@ 5 November 2017
Biaya registrasi: Rp250.000 / tema

Pembayaran registrasi dapat dilakukan secara tunai maupun transfer melalui rekening ke
Rekening BRI dengan nomor rekening 1720-01-001486-53-9
a.n. Panitia PKB FK Universitas Riau Tahun 2017

Poster dan presentasi oral

Batas waktu pengiriman abstrak: 8 Oktober 2017
Batas waktu pengiriman artikel lengkap / fulltext oral dan poster: 16 Oktober 2017
Presentasi oral dan poster: 4 November 2017


Contact person

Deby (0812-6866-3168)
Wisra (0853-5662-4161)
Boby (0812-7529-8739)

Sekretariat panitia

SMF Ilmu Penyakit Dalam
Ruang Murai (Lantai 2 Gedung Irna Medika) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Jalan Diponegoro nomor 2, Pekanbaru

Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Riau
Jalan Diponegoro nomor 1, Pekanbaru
Telp. +62(761) 839264 / 839265
Fax. +62(761) 839265

Email: fk.universitasriau@gmail.com
Website: fk.unri.ac.id

25 September 2017

The Beginning

Tanggal sebelas, bulan tujuh, tahun dua ribu tujuh belas. Bukan, itu bukan tanggal dari hari kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tanggal tersebut, sebanyak tiga puluh tiga orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) diambil sumpahnya untuk menjalankan profesi sebagai dokter, termasuk saya sendiri *tiba-tiba merasa seperti sedang menulis visum et repertum karena semua angka ditulis dengan huruf *rasa bangga yang ada di paragraf ini rusak seketika -_-


Bertepatan dengan hari Selasa, tanggal 11 Juli 2017, FK UR menggelar Yudisium dan Sumpah Dokter ke-40 dengan jargon “Sumpah Dokter 40... Jaya! Jaya! Jaya!” yang dibuat dadakan saat sesi foto bersama di atas panggung. Sumpah dokter selalu menjadi momen yang sangat membanggakan, seolah-olah sangat disayangkan jika ada satu detik yang terlewatkan untuk diabadikan *oke, ini berlebihan *abaikan

Syukur alhamdulillah saya dapat menyelesaikan pendidikan dokter di FK UR pada tahun ini. Enam tahun proses pendidikan di Fakultas Kedokteran memang perjalanan yang sangat panjang. Saat teman-teman yang mengenyam pendidikan tinggi di jurusan lain sudah mendapatkan pekerjaan dan memiliki penghasilan sejak satu atau bahkan dua tahun yang lalu, saya dan dokter-dokter muda (baca: koass) lainnya yang senasib masih saja sibuk mengerjakan laporan dan makalah, membolak-balikkan halaman textbook (jika punya), dan “bekerja” tanpa bayaran. Tetapi, ingatlah kawan-kawanku, semua hal itu membentuk kita menjadi pribadi seorang dokter yang kuat dan tahan banting, namun tetap saja tidak kebal terhadap hukum dan tuntutan pihak tertentu *eh *ganti topik pembicaraan


Berakhirnya pendidikan di Fakultas Kedokteran dan pengambilan sumpah dokter bukan berarti akhir dari segalanya. It’s not the end. It’s just the beginning. Semuanya bermula dari hari pengambilan sumpah kita. Jika ditanya “gimana sekarang perasaannya udah jadi dokter?”, saya akan menjawab, “saya takut, tetapi saya harus bangga”. Mengapa? Profesi kedokteran merupakan profesi yang sangat mulia dan “dimuliakan”. Seorang dokter harus diambil sumpahnya sebelum menjalankan profesi kedokteran. Saya masih ingat lafal sumpah yang kami ucapkan itu sempat membuat saya merinding! Seorang dokter akan menjadi teladan dimana pun ia berada. Saya takut tidak bisa memberikan teladan yang baik. Semua orang akan meletakkan harapan terbesarnya kepada seorang dokter untuk menyembuhkan penyakit yang sedang dideritanya. Tidak jarang seorang dokter akan berada pada kondisi dimana hidup dan mati seorang pasien hanya berjarak goresan-goresan pena di status pasien. Saya takut tidak sanggup memenuhi harapan yang sangat besar tersebut. Di sisi lain, saya harus bangga karena saya telah diamanahkan sebuah profesi yang sangat mulia dan istimewa. Tidak banyak profesi yang memulai karirnya dengan pengambilan sumpah. Hal tersebut merupakan bukti bahwa profesi kedokteran merupakan profesi yang sangat mulia. Saya bangga dan saya akan melakukan yang terbaik!

Wal akhir, terima kasih yang sebesar-besarnya saya hadiahkan untuk keluargaku tercinta. Terima kasih papa, mama, adek Ulva, adek Dian, dan anggota keluarga lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Terima kasih karena selalu memberikan dukungan dan selalu percaya bahwa Bayu bisa jadi dokter, walaupun tahu Bayu susah menghafal dan selalu remedial ujian biologi saat SMA. Syukur alhamdulillah papa dan mama bisa melihat Bayu diberi gelar dokter dan semoga Bayu bisa memberikan manfaat sebanyak-banyak kepada semua orang di sekitar Bayu, terutama papa dan mama. Aamiin aamiin ya Allah, ya rabbal ‘alamin o:)


Beribu-ribu ucapan terima kasih serta rasa cinta sedalam-dalamnya teruntuk (calon) istriku, Hilda Fauziah Lainatus Shifa. Terima kasih karena selalu memberikan motivasi. Terima kasih karena selalu mengingatkan di saat saya salah. Terima kasih karena selalu memberikan saran yang membuat saya menjadi lebih baik. Terima kasih karena selalu ada untukku di saat susah dan senang. Terima kasih... Terima kasih... Terima kasih... Dan terima kasih seterus-terusnya sampai beribu-ribu :D Semoga selalu diberi kemudahan dalam setiap urusan dan lancar koass nya. Semoga bisa cepat selesai koass, bisa cepat lulus UKMPPD, bisa cepat jadi dokter, dan yang paling penting: kita bisa cepat menikah! Aamiin aamiin ya Allah ya rabbal ‘alamin o:)


Penghormatan dan terima kasih yang sangat besar untuk guru-guruku di FK UR, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, RS Bhayangkara Pekanbaru, RSJ Tampan, KKP Kota Pekanbaru, PT. RAPP Pangkalan Kerinci, Puskesmas Minas, dan guru-guru lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Salam serta doa semoga sehat dan sukses selalu dariku untuk semua guruku. Tiada ilmu yang bisa saya dapatkan jika bukan engkau yang mengajarkannya kepada kami. Terima kasih telah menuangkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat ke dalam cangkir-cangkir pikiran kami yang kosong dan belum ada apa-apanya.

Terima kasih yang sangat besar juga teruntuk teman-temanku angkatan 2011 FK UR dan rekan-rekan seperjuangan lainnya di hutan belantara kedokteran. Salam dan doa semoga sukses selalu dariku untuk kalian semua. Cepat jadi dokter ya semuanya. Kita semua pasti bisa! (^_^)9

Sampai jumpa di luar sana, semuanya. Semoga kita tidak sering-sering ketemu ya *semoga sehat selalu maksudnya :D

24 September 2017

Try Out UKMPPD BEM FK UR 2017


Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (BEM FK UR) mempersembahkan

Try Out
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)

Minggu, 1 Oktober 2017
@ Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Dengan uang registrasi sebesar Rp35.000, dapatkan pembahasan soal-soal pilihan bidang Obstetri-Ginekologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah, dan Ilmu Kesehatan Anak, serta tips dan trik untuk lulus UKMPPD dari ahlinya. Peserta juga akan mendapatkan snack dan sertifikat. Hasil try out akan diumumkan pada hari yang sama.

Jangan lewatkan kesempatan ini agar lebih siap menghadapi UKMPPD!

Contact person
Syifa Farhani Ridha (0812-6706-7904)
Ilham Rosyidi (0853-7447-6487)

23 September 2017

Kawan dan Musuh Iblis


Dalam kitab Mashaihul Ibad karya Ibnu Hajar al-Asqalany, dikisahkan dari Ibnu ‘Abbas ra, suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada iblis, “berapakah kawan kamu dari kalangan umatku, wahai iblis?

Iblis menjawab, “ada sepuluh golongan, yaitu:
  1. Penguasa yang zhalim
  2. Orang yang sombong
  3. Orang kaya yang tidak memperhatikan dari mana dia memperoleh harta dan untuk apa dia membelanjakan hartanya
  4. Ulama yang membenarkan kezhaliman pemerintah
  5. Pedagang yang curang
  6. Orang yang suka menimbun barang
  7. Orang yang berzina
  8. Orang yang suka makan riba
  9. Orang yang kikir / bakhil (tidak suka mengeluarkan zakat)
  10. Orang yang suka minum minuman keras / khamr

Sedangkan pada kesempatan lain, Rasulullah SAW bertanya kepada iblis, “berapakah musuh kamu dari kalangan umatku?

Iblis menjawab, “ada dua puluh golongan, yaitu:
  1. Engkau sendiri, wahai Muhammad, karena aku sangat benci kepadamu
  2. Ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya
  3. Orang yang hafal al-Qur’an serta mengamalkan isinya
  4. Orang yang adzan dalam shalat lima waktu dengan niat karena Allah
  5. Orang yang mencintai fakir-miskin dan anak yatim
  6. Orang yang memiliki hati yang penuh kasih sayang
  7. Orang yang sopan dan tawadhu’ kepada Alah
  8. Pemuda atau pemudi yang giat beribadah
  9. Orang yang suka memakan harta yang halal
  10. Dua orang pemuda-pemudi yang saling mencintai karena Allah
  11. Orang yang selalu mengerjakan shalat secara berjamaah
  12. Orang yang suka shalat tahajjud
  13. Orang yang suka menasihati saudara-saudaranya
  14. Orang yang selalu punya wudhu
  15. Orang yang dermawan
  16. Orang yang baik budinya
  17. Orang yang membenarkan Allah di dalam hal rizki / ketentuan yang sudah diatur oleh Allah
  18. Orang yang suka berbuat baik terhadap janda-janda yang selalu memelihara dirinya
  19. Orang yang selalu menyiapkan diri untuk menghadapi kematian
  20. Orang yang dapat menghindarkan dirinya dari sesuatu yang haram

Ditulis ulang dari buku Jejak Langkah Mengenal Allah oleh Asfa Davy Bya
Sudahkah Anda memusuhi iblis?
Atau malah diam-diam berkawan dengannya?

21 September 2017

Teka-teki #012 - Ini Anak Saya

Suatu sore, ayah dan anak laki-lakinya sedang berkeliling kota dengan naik mobil. Sang ayah sangat sayang dengan anaknya dan ingin membawa anaknya melihat suasana kota yang ramai di sore hari. Sang anak sangat senang diajak jalan-jalan, apalagi jalan-jalan bersama ayahnya.

Di persimpangan jalan, akibat terlalu senang bercanda dengan anaknya ketika mengendarai mobil, sang ayah tidak menyadari lampu lalu lintas telah berubah warnanya dari hijau menjadi merah, pertanda setiap kendaraan harus berhenti. Sang ayah yang menganggap lampu hijau masih menyala terus saja melajukan mobilnya.


Walhasil, kecelakaan terjadi. Mobil yang dikemudikan sang ayah ditabrak dari samping oleh mobil lainnya. Semua kendaraan di persimpangan jalan itu berhenti dan semuanya hanya bisa memperhatikan dua buah mobil yang baru saja bertabrakan di depan mata mereka.

Tidak lama kemudian, mobil ambulans datang. Keteledoran sang ayah harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Sang ayah meninggal di tempat kecelakaan dan syukurlah anaknya masih bernafas! Akan tetapi, anaknya menderita banyak luka yang cukup parah sehingga anaknya harus segera dibawa ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, sang anak segera dibawa masuk ke Instalasi Gawat Darurat. Perawat memanggil seorang dokter untuk merawat anak itu. Ketika dokter datang, alangkah kagetnya dokter itu.

"Loh?! Ini kan anak saya! Mengapa kamu seperti ini, nak?!" tanya dokter itu.

Siapakah dokter itu?

SOLUSI 
Dokter itu adalah ibu dari anak tersebut.

19 September 2017

Soal Ujian Mahasiswa Kedokteran

Ya, jangan tertipu oleh judulnya. Tidak akan ada soal atau kisi-kisi ujian yang dituliskan disini. Tulisan ini adalah sebuah kisah yang pernah saya baca, sekitar beberapa tahun yang lalu, tentang ujian seorang mahasiswa kedokteran. Tulisan ini saya masukkan di blog ini sebagai pengingat untuk diri saya sendiri dan semoga juga berguna untuk pembaca sekalian. Semua tokoh, watak, dan latar dalam kisah ini adalah rekayasa :)

Bagaimana kisahnya? Mari kita langsung ke Te-Ka-Pe :D

* * *


Ini kisah tentang Riri, salah seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Riri mengambil jurusan di sebuah fakultas yang menjadi idaman banyak mahasiswa saat itu, yaitu Fakultas Kedokteran.

Ini adalah fakultas yang (menurut keyakinannya) dapat membuat hidupnya lebih baik di masa mendatang, bukan hanya untuknya, tetapi juga untuk keluarganya yang telah berusaha susah-payah mengumpulkan uang agar ia dapat meneruskan pendidikan dan lulus dari perguruan tinggi dengan baik. Kakaknya pun rela untuk tidak menikah tahun ini karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai segala keperluan kuliah yang cukup tinggi untuk ditanggung Riri seorang diri.

Kini tiba saatnya Riri harus mengikuti ujian akhir semester. Ujian yang diberikan oleh dosennya saat itu cukup unik. Sang dosen ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan, “agar aku bisa dekat dengan mahasiswa,” cerita Riri menirukan kata dosennya kepada mahasiswa beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan dilontakan oleh sang dosen. Para mahasiswa peserta ujian berusaha menjawab pertanyaan itu sebaik mungkin dalam kertas ujian mereka. Ketakutan dan ketegangan Riri saat ujian terjawab saat itu, karena sembilan pertanyaan yang diberikan oleh dosennya dapat dijawab olehnya. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar ia tuliskan di lembar jawaban.

Dan sampailah di pertanyaan ke-10. “Ini pertanyaan terakhir,” kata dosen itu, “tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung fakultas ini,” kata sang dosen sambil menggerakkan tangannya menunjuk sekeliling ruang kuliah.

Mahasiswa seisi ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, karena sangat jelas bahwa pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini. Begitu juga pikir Riri dalam benaknya.

“Ini serius!”

Sang dosen yang sudah agak tua itu mengeraskan suaranya, “kalau tidak tahu, lebih baik dikosongkan saja. Jangan suka mengarang nama orang!”

Riri tahu persis siapa orang yang ditanyakan oleh dosennya itu. Dia adalah seorang ibu tua, orangnya agak pendek dan rambutnya sudah putih. Mungkin ibu itu adalah satu-satunya cleaning service di gedung fakultas kedokteran tempat Riri kuliah. Ibu tua itu selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswi disini. Ia senantiasa menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong. Tetapi, satu hal yang membuat Riri merasa konyol, justru ia tidak tahu nama ibu tua tersebut! Dengan terpaksa ia memberi jawaban kosong pada pertanyaan terakhir ini.

Ujian pun berakhir. Satu per satu lembar jawaban dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, Riri mencoba memberanikan diri bertanya mengapa dosennya memberi “pertanyaan aneh” itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.

“Justru itu adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini.”

Mendengar jawaban sang dosen, beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan tiap kata yang dibicarakan oleh dosennya.

“Pertanyaan itu memiliki bobot tertinggi dibandingkan dengan sembilan pertanyaan lainnya. Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan itu, sudah pasti nilai Anda hanya C atau D,” ungkap sang dosen.

Semua terdiam, kecuali Riri yang kembali memberanikan diri untuk bertanya lagi, “kenapa Pak?”

Sang dosen itu menjawab sambil tersenyum, “hanya yang peduli pada orang-orang di sekitarnya yang pantas untuk jadi dokter.”

Lalu sang dosen pergi membawa tumpukan kertas jawaban ujian itu sambil meninggalkan para mahasiswa yang masih berwajah tertegun seolah tak percaya dengan ucapan dosen yang mereka dengarkan tadi.

16 September 2017

Simposium Dermatologi Kosmetik Tahun 2017


Kata pengantar

Gaya hidup modern, meningkatnya usia harapan hidup, dan perkembangan globalisasi menuntut masyarakat untuk selalu tampil menarik, sehingga hal ini mendorong peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan bidang kosmetik medik dan intervensi dermatologi. Hal ini merupakan tantangan bagi praktisi kesehatan untuk meningkatkan wawasan dan perhatian pada kasus-kasus dermatologi yang membutuhkan penanganan komprehensif dan intervensi, karena pada saat ini telah banyak inovasi dan teknik baru yang bermunculan dalam hal rejuvinasi kulit.

Tantangan baru di era moderm ini adalah pemahaman yang holistik untuk memenuhi kebutuhan rejuvinasi kulit wajah pasien dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan. Pada kegiatan kali ini juga akan diselipkan materi mengenai sisi hukum dan penanganannya terkait tindakan kosmetik medik dan intervensi dermatologi dimana efek samping dan penyulitnya rawan memicu masalah hukum.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Pekanbaru sebagai organisasi profesi berkewajiban meningkatkan kemampuan praktisi kesehatan, terutama yang berkecimpung di bidang kulit untuk dapat kiranya memberikan pelayanan kosmetik medik rejuvinasi kulit pada wajah yang aman dan menyeluruh. Untuk itu, kami menyelenggarakan simposium sehari dengan tema "Hair and Face Rejuvenation with Combination Therapies" dengan harapan semakin banyak praktisi kesehatan yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menangani rejuvinasi kulit yang aman dan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien di lingkungan sosialnya.

Kami mengundang dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter residen, dokter spesialis lain, dokter umum, dan para praktisi kesehatan yang berminat dengan hal-hal berhubungan dengan rejuvinasi kulit wajah dan kosmetik medik untuk dapat berpartisipasi dalam simposium ini. Kepada perusahaan farmasi yang berkecimpung dalam bidang kosmetik medik, kami juga mengajak Anda untuk berpartisipasi. Semoga kesempatan ini bermanfaat untuk memperkenalkan produk Anda. Akhir kata, selamat mengikuti simposium. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Ketua Panitia
dr. Sandra Krishnaputri, SpKK


Simposium Dermatologi Kosmetik
" Hair and Face Rejuvenation with Combination Therapies "

Minggu, 8 Oktober 2017
Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman no. 371 Pekanbaru

Akreditasi IDI (total 15 SKP) dan akreditasi PPNI

Materi simposium

  • Akne: Problem dan Penatalaksanaannya
  • Pelembab: Perlukah untuk Akne?
  • Skin Needling and Microdermabration in Management of Acne Scar
  • Medicolegal in Dermato-venereological cases: Pembinaan, Monitoring, dan Evaluasi Klinik Kecantikan dan Tindakan Medik sesuai Kompetensi
  • Platelet Rich Plasma (PRP): Peran dan Kegunaannya pada Peremajaan Kulit
  • Ageing Facial Lipoatrophy: Pathogenesis and Therapeutic Options
  • Pilihan Perawatan, Tindakan Medik, dan Penatalaksanaan Hair Loss
  • Manajemen Wrinkle: Mencegah dan Mengatasinya
  • Pilihan Perawatan dan Tindakan Medik Skin Tightening
  • Melasma dan Manajemen Terapi
  • Chemical Peeling

Pemateri dan moderator

  • dr. Noorsaid Masadi, SpKK, FINSDV, FAADV
  • Dr. dr. Endang H. Darmani, SpKK, FINSDV
  • dr. T. Sy. Dessi Indah Sari As., SpKK
  • dr. Dwi Astuti Candrakirana, SpKK, FINSDV
  • dr. Imawan Hardiman, SpKK, FINSDV
  • dr. H. M. Nasser, SpKK, D.Law, FINSDV, FAADV
  • Dr. dr. Indah Julianto, SpKK(K), FINSDV, FAADV
  • dr. Raymond Widjajahakim, SpKK, FINSDV
  • dr. Mirza A. Syahrial, SpKK
  • dr. Julia Melisa, SpKK
  • dr. Imelda T. Pardede, M.Gizi, SpKK
  • dr. Ikwandi, SpKK, FINSDV
  • dr. Vera Delfina

Biaya registrasi simposium



Biaya registrasi dapat ditransfer ke rekening
Bank BCA Cabang Pekanbaru
Nomor rekening: 0342687693
a.n. Alida Widiawaty

Sekretariat

SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Gedung Rawat Inap Kelas III Lantai IV
RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Email: perdoskipekanbaru@gmail.com

Contact person

Yuni (0813-7827-5191)

14 September 2017

Teka-teki #011 - Kodok Panjat Sumur


Di Republik Kodok, tinggallah kodok-kodok yang hidup makmur dipimpin oleh seekor Raja Kodok. Mereka memiliki suatu ritual untuk mendewasakan seekor kodok, yang menentukan apakah seekor kodok sudah dewasa atau belum. Ritual ini bernama “Kodok Panjat Sumur”.

Dalam ritual ini, seekor kodok dijatuhkan ke dalam sumur dengan kedalaman 19 meter. Ia harus berusaha naik kembali ke atas dengan cara melompat-lompat di dinding sumur hingga mencapai puncak. Bukanlah suatu ritual yang rumit bagi kodok yang sudah dewasa.

Kodok-kodok di Republik Kodok tidak seperti kodok-kodok biasa. Tinggi lompatannya dapat mencapai 3 meter. Oleh karena itulah, ritual ini juga tidak bisa biasa-biasa saja. Dinding-dinding sumur dilumuri dengan minyak sehingga dinding sumur menjadi licin. Setiap kali kodok melompat 3 meter, ia akan terpeleset turun sejauh 1 meter.

Pertanyaannya, berapa lompatan yang perlu dilakukan oleh kodok hingga ia dapat keluar dari sumur tersebut?

SOLUSI 
Apakah ada yang menjawab 10 lompatan? Mari kita coba lihat ketinggian kodok di tiap lompatannya.

Lompatan 1 : naik 3 meter (3 meter) --> turun 1 meter (2 meter)
Lompatan 2 : naik 3 meter (5 meter) --> turun 1 meter (4 meter)
Lompatan 3 : naik 3 meter (7 meter) --> turun 1 meter (6 meter)
Lompatan 4 : naik 3 meter (9 meter) --> turun 1 meter (8 meter)
Lompatan 5 : naik 3 meter (11 meter) --> turun 1 meter (10 meter)
Lompatan 6 : naik 3 meter (13 meter) --> turun 1 meter (12 meter)
Lompatan 7 : naik 3 meter (15 meter) --> turun 1 meter (14 meter)
Lompatan 8 : naik 3 meter (17 meter) --> turun 1 meter (16 meter)
Lompatan 9 : naik 3 meter (19 meter) --> sudah keluar sumur

Ya, si kodok butuh 9 lompatan untuk bisa keluar dari sumur.

12 September 2017

IDI Idol 2017


Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau dan IDI Cabang Pekanbaru mempersembahkan:

Ikatan Dokter Indonesia Idol
(IDI IDOL)

Audisi dilaksanakan pada tanggal 21 September 2017 pukul 10.00 WIB - selesai bertempat di Wagoon Coffee Pekanbaru, Jalan K. H. Ahmad Dahlan no. 137, Kec. Sukajadi, Pekanbaru (Depan Gereja).

Syarat dan ketentuan:
  • Ajang ini hanya untuk kalangan Dokter, keluarga Dokter (suami/istri/anak), dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (Pendidikan Dokter dan Dokter Muda).
  • Peserta dibagi menjadi kategori: Dokter, IIDI (Istri Dokter), Family (suami/anak [minimal SMP]), dan mahasiswa Fakultas Kedokteran.
  • Lagu yang akan dibawakan bebas.
  • Musik pengiring (musik mp3 atau alat musik) disiapkan oleh peserta. Panitia menyediakan sarana dan pengiring standar.
  • Pendaftaran paling lambat pada tanggal 16 September 2017.
  • Pendaftaran GRATIS!

Final akan diadakan pada tanggal 24 September 2017 pukul 08.00 WIB - selesai di Hotel Pangeran Pekanbaru dan akan diliput oleh stasiun televisi nasional. Pemenang berhak tampil di Malam Puncak Silaturahmi IDI Se-Sumatera pada tanggal 30 September 2017.

Contact person
  • dr. Oyong (0812-674-0151)
  • dr. Edison (0811-173-101)
  • dr. Hadrian (0813-7857-4320)

09 September 2017

Surat dari Calon Pasienku

Terdiam dalam sunyi. Kutatap tumpukan handout materi kuliah yang mau tidak mau harus kubaca malam ini. “Kenapa baru malam ini?!” tanya hati kecilku sedikit marah. “Ya, mau bagaimana lagi? Ah, jangan protes terus!” jawab hatiku entah dari sisi yang mana. Ramai hatiku berperang dan otakku kelu, hanya sanggup menatap dari jauh percakapan sengit hati-hatiku.


Sebuah benda asing bernama penyesalan mampir mengetuk pintu hatiku. Ya, penyesalan karena salah memilih jurusan. Buat apa dia datang? Tak lain dan tak bukan untuk memancing amarah agar keluar dari tempat semedinya. Namun, otakku yang sedari tadi kelu, bangkit bak disambar petir dengan gaya otoritasnya, memerintahkan tangan membuka sesuatu yang tersentuh oleh mata, yaitu lembar sebuah surat.

* * *

Selamat pagi calon dokterku. Mengapa engkau terlihat lesu? Bagaimana jika aku memanggilmu caldokku? Tidak keberatan, kan? Hmm, aku dengar pelajarannya berat, ya? Dan banyak juga, ya? Dan apa lagi, ya? Maafkan aku caldokku, karena engkau harus belajar keras demi aku, calon pasienmu.

Tapi wahai calon dokterku, tahukah engkau? Menjadi dokter adalah pilihan yang hebat, karena ia begitu mulia dan sangat berharga di mataku. Segala talenta terpatri dalam jiwanya, mulai dari komunikasinya yang menghangatkan jiwa, keahlian seorang detektif dalam diagnosisnya, jiwa seorang guru yang memberi pengertian pada pasiennya, kemampuan persuasifnya, kesabaran, kegigihan, keuletan, tanggung jawab yang diembannya, sifat rela berkorbannya, keikhlasannya, dan masih banyak lagi yang tak bisa kusebutkan.

Terima kasih calon dokterku, karena saat ini engkau belajar, memahami, mencerna, dan mencari segala sesuatu di kedokteran hanya untukku, calon pasienmu. Waktumu dalam belajar, berorganisasi membentuk karakter, berlatih mengasah skill, semuanya engkau lakukan demi aku kelak, calon pasienmu. Tenagamu engkau sumbangkan, lelahmu dalam belajar selalu berusaha engkau tekan, kantukmu engkau lawan, dan semua engkau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik bagiku, pasienmu kelak.

Sungguh caldokku, aku tidak tahu harus membalas apa. Sungguh mulianya dirimu dan kuyakin engkau akan berkata, “tidak, tidak usah dibalas. Saya hanya manusia biasa. Sang Pencipta yang berkuasa.” Aku disini selalu berharap engkaulah yang dipilih Sang Pencipta untuk merawatku kelak. Layaknya manusia, ketika aku sakit, ketika aku membutuhkan semangat untuk hidup, dan ketika aku butuh akan perhatian. Maka dari itu, tersenyumlah. Aku senang melihatmu tersenyum, karena dengan senyummu saja, sakit yang kurasa bisa sirna.

Calon dokterku, sudah terlalu banyak dokter yang tidak mengerti tugasnya, melupakan hatinya, dan tidak mengakui bahwa betapa mulianya ia. Dan karena itu, aku selalu menunggumu karena aku percaya kelak engkau tidak seperti mereka, dan karena aku percaya engkau adalah seorang dokter yang berbeda. Seorang dokter yang akan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Seorang dokter yang selalu berusaha sekuat tenaga demi keceriaan pasiennya, meski Yang Maha Kuasa menggariskan sesuatu yang bernama takdir padanya.

Aku ingin segera memanggilmu dokter, dan bukan caldok lagi. Bukankah engkau juga ingin segera mendengarnya? Namun, aku mengerti pelajaran ini tidaklah semudah yang mereka bayangkan. Jadi, berjuanglah caldokku. Aku, calon pasien pertamamu, akan selalu menantimu. Aku akan terus memohon kepada Yang Maha Kuasa agar dapat bertemu denganmu dan mewujudkan impianku untuk menyapamu “dokter” di ruang praktekmu pagi itu.

Calon pasien pertamamu,
Ibu yang selalu merindukanmu

* * *

Semangat kolegaku! Banyak orang yang telah menunggu kita sebagai dokter yang profesional. Jangan menyerah! Mari berjuang bersama dan saling mengingatkan bahwa selalu ada kemudahan untuk setiap kesulitan, hanya saja kita butuh kesabaran untuk mencapainya. Jika matahari ibarat kesulitan dan hujan ibarat kesuksesan, maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi.

Semangat!

07 September 2017

Teka-teki #010 - Kepala Hitam-putih

Lima orang manusia, sebut saja Sule, Aziz, Andre, Parto, dan Nunung, ingin memainkan sebuah permainan yang bernama “Kepala Hitam-putih”.


Dalam permainan ini, masing-masing pemain akan menandai dahinya dengan titik berwarna hitam atau putih. Orang yang menandai dahinya dengan titik berwarna hitam akan selalu berkata bohong dalam permainan. Sebaliknya, orang yang menandai dahinya dengan titik berwarna putih akan selalu berkata jujur dalam permainan. Tiap pemain bertugas melihat warna titik di dahi pemain-pemain lainnya dan mengatakan titik warna apa saja yang dilihatnya sesuai dengan sifat yang ia miliki (bohong atau jujur).

Letak serunya permainan ini adalah ada seorang spectator yang bertugas untuk menebak warna titik di dahi masing-masing pemain. Spectator tidak bisa melihat langsung titik di dahi pemain. Jadi, spectator menebak warna titiknya dengan modal pernyataan yang diucapkan oleh masing-masing pemain.

Berikut pernyataan yang diucapkan masing-masing pemain.

     Sule: “Aku melihat 4 titik hitam.”

     Aziz: “A… aku melihat ada 4 titik pu… putih.”

     Andre: “Diriku melihat ada 3 titik hitam dan 1 titik putih.”

     Parto: “Aku melihat 3 titik putih dan 1 titik hitam.”

Sekarang, Anda berperan sebagai spectator. Tugas Anda adalah menebak warna titik di dahi masing-masing pemain. Dapatkah Anda mengetahui warna titik di dahi masing-masing pemain?

Catatan: semua tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, saya mohon maaf karena saya tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

SOLUSI 
Asumsikan Aziz bertitik putih. Aziz mengatakan ia melihat 4 titik putih. Berarti, kelima orang pemain bertitik putih, semuanya berkata jujur. Tetapi, perhatikan Sule. Sule mengatakan ia melihat 4 titik hitam. Bagaimana mungkin ia bisa melihat titik hitam padahal semua pemain bertitik putih? Ada suatu kontradiksi (pertentangan). Jadi, asumsi awal kita salah. Yang benar adalah Aziz bertitik hitam.

Asumsikan Sule bertitik putih. Sule mengatakan ia melihat 4 titik hitam. Berarti, semua pemain selain Sule bertitik hitam. Hanya Sule yang bertitik putih. Tetapi, Andre mengatakan ia melihat 3 titik hitam dan 1 titik putih. Kita lihat kembali warna titik pemain selain Andre. Sule bertitik putih. Aziz, Parto, dan Nunung bertitik hitam. Yang dikatakan Andre benar padahal Andre adalah orang yang bohong. Ada kontradiksi lagi. Jadi, asumsi awal kita salah. Yang benar adalah Sule bertitik hitam.

Sudah ada dua pemain yang pasti bertitik hitam. Tetapi, Parto mengatakan ia melihat 3 titik putih dan 1 titik hitam. Jelas bahwa ia berbohong sehingga Parto bertitik hitam.

Sekarang asumsikan Andre bertitik putih. Andre mengatakan ia melihat 3 titik hitam dan 1 titik putih. Kita sudah mendapatkan 3 pemain yang bertitik hitam, yaitu Aziz, Sule, dan Parto. Anggap Nunung adalah 1 pemain yang bertitik putih. Tidak ada kontradiksi sejauh ini sehingga asumsi kita benar. Jadi, Andre dan Nunung bertitik putih.

05 September 2017

Makna Sebuah Gambar

A picture is worth a thousand words
Sebuah gambar bernilai seribu kata. Ya, itu memang benar. Tidak perlu menambahkan kata atau keterangan apa pun, kita sudah bisa mengetahui apa yang diceritakan oleh sebuah gambar atau foto. Seribu kata itu bukanlah jumlah yang sedikit. Silahkan tanyakan betapa sulitnya seorang penulis atau blogger saat ditargetkan membuat tulisan minimal 500 kata saja. Oleh karena itu, tidak jarang masing-masing orang memiliki berbagai tafsir tentang makna sebuah gambar. Kata-kata diberikan pada sebuah gambar untuk mengarahkan penikmat gambar agar bisa satu pikiran dengan pembuat gambar, agar maksud dan pesan pembuat gambar tersampaikan dengan baik kepada setiap penikmat karyanya. Contohnya adalah sebuah genre gambar dengan kalimat singkat yang mayoritas bertajuk hiburan atau komedi dan sangat booming di media sosial. Apa itu? Ya, yang saya maksud adalah meme :D


Quote itulah yang membuat saya tertarik dengan fotografi. Melihat karya-karya fotografi yang indah merupakan sebuah kepuasan bagi saya. Sebuah foto tidak hanya menyampaikan pesan seribu kata. Foto yang indah juga dapat mempengaruhi suasana perasaan orang yang melihatnya. Hingga suatu saat saya tidak hanya ingin menjadi penikmat karya fotografi, saya ingin menjadi salah satu pembuatnya. Saya ingin orang lain juga merasakan apa yang saya rasakan dengan melihat gambar yang saya tangkap melalui kamera. Namun, setelah beberapa kali mencoba memotret, entah kenapa saya kurang puas dengan hasilnya *sepertinya memang bukan jalan saya di bidang ini hahaha -_- Akhirnya, saya hanya mengambil beberapa foto untuk kepuasan saya sendiri :D

Satu prinsip saya dalam mengambil foto atau gambar: saya tidak ingin ada diri saya di dalamnya, kecuali untuk pas foto atau ada yang mengajak foto bersama *halah -_- Akibatnya? Tidak ada foto saya sendiri yang bisa saya banggakan untuk dijadikan foto profil. Bisa dilihat saya menggunakan gambar Detektif Conan untuk favicon blog ini. Gambar yang sama juga bisa ditemukan pada foto profil media sosial saya yang lain hahaha. Saya tidak tertarik menjadi objek foto karena saya sadar diri, saya tidak fotogenik. Saya lebih tertarik mengambil gambar orang lain atau foto pemandangan. Yang penting, jangan ada saya di dalamnya!

Karena tidak terlalu mendalami fotografi, modal yang saya gunakan bukanlah kamera dengan lensa yang ukurannya lebih besar dari kepalan tinju dewasa, apalagi kamera dengan pesawat tanpa awak (drone). Modal saya adalah perangkat serba bisa a.k.a. kamera handphone :D Eits, jangan lihat apa yang dipakai, tetapi lihat gambar yang dihasilkannya *membela diri

Kebetulan saat suasana Iduladha beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk pergi ke sebuah tempat wisata di Riau yang belum lama ini dibuka, yaitu Danau Naga Sakti. Danau ini berlokasi di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia, Asia Tenggara, Benua Asia, Planet Bumi. Apa saja yang bisa kita temukan disini? Kita bisa melihat hamparan danau yang luas dengan air yang jernih berwarna seperti teh tawar, bukan teh tarik *airnya jangan diminum walaupun Anda membawa gula dari rumah! Kita dapat menemukan beberapa pondok yang bisa kita tempati untuk berteduh sambil menikmati indahnya danau. Beberapa wahana air, seperti kapal motor, sampan dayung, dan sepeda air, juga tersedia dan bisa kita gunakan untuk sampai ke pondok yang ada di seberangnya. Namun, tempat wisata ini terkesan terlalu buru-buru dibuka. Ibaratnya masakan belum matang, tetapi sudah buru-buru disajikan. Anda dapat mengerti maksud saya jika langsung datang ke te-ka-pe.

Pantang melihat pemandangan, saya pun mengambil beberapa foto di Danau Naga Sakti. Kali ini saya cukup puas dengan hasil jepretan saya, walaupun belum bisa dibilang bagus :D




Sungguh sayang jika keindahannya disia-siakan. Semoga tempat wisata ini dapat dibenahi lagi agar menjadi daya tarik yang mendatangkan penikmat wisata nasional bahkan turis internasional. Aamiin ya Allah o:)

02 September 2017

Hari Tasyriq dan Keutamaannya

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar
Laa ilaha illallahu allahu akbar
Allahu akbar walillahilhamd
Hari Jumat kemarin, tanggal 1 September 2017, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1438 H. Gema takbir giat dikumandangkan di berbagai penjuru. Sapi, kerbau, kambing, serta olahan dagingnya mendadak ramai diperbincangkan. Ya, pada hari itu seluruh umat Islam memperingati Hari Raya Iduladha. Karena masih dalam suasana hari raya, saya mengucapkan selamat hari raya Iduladha 1438 H. Mohon maaf lahir dan batin :)


Tiga hari berikutnya, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, disebut dengan hari tasyriq. Hari tasyriq merupakan salah satu waktu yang diharamkan untuk berpuasa. Ya, saya mengetahui hal tersebut sejak saya belajar di bangku Sekolah Dasar (SD). Namun, saya tidak mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan hari tasyriq. Keingintahuan akan makna hari tasyriq membuat saya menelusuri berbagai referensi untuk mendapatkan jawaban. Hasil dari penelusuran tersebut saya tuliskan disini dan semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

* * *

Hari Tasyriq adalah tiga hari setelah Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Istilah tasyriq diambil dari kata dalam bahasa Arab, yaitu [ شرقت الشمش ] yang artinya matahari terbit, atau dari kata [ شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ ] yang artinya menjemur sesuatu.

Abu Ubaid mengatakan, “ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari Tasyriq. Pertama, dinamakan hari tasyriq karena kaum Muslimin pada hari itu menjemur daging qurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan ber-qurban tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari.”

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “hari tasyriq adalah tiga hari setelah Iduladha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyriq karena tasyriq itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyriq adalah hari untuk memperbanyak dzikir, yaitu takbir dan lainnya.”

Pada zaman dahulu, sebelum adanya lemari pendingin atau kulkas atau freezer, daging qurban diawetkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Itulah sebabnya hari-hari tersebut dinamakan dengan hari tasyriq.

Hari tasyriq merupakan salah satu hari ‘ied (hari raya) bagi kaum muslimin dan merupakan salah satu hari yang agung di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari Arafah, Hari Iduladha, dan hari-hari tasyriq adalah ‘ied kami, kaum Muslimin. Hari tersebut (Iduladha dan hari tasyriq) adalah hari menyantap makan dan minum.” (HR. Abu Daud no. 2419, Tirmidzi no. 773, An Nasa-i no. 3004, dari ‘Uqbah bin ‘Amir)

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Iduladha), kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud no. 1765, Ibnu Khuzaimah no. 2866, dari ‘Abdullah bin Qurth)

Yang dimaksud dengan hari al-qarr adalah tanggal 11 Dzulhijjah, sebagaimana keterangan dari Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari al-qarr adalah hari kedua setelah hari qurban.”

Hari tasyriq merupakan salah satu waktu yang diharamkan untuk berpuasa karena hari tasyriq merupakan hari untuk makan dan minum, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

« عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Dari Nubaisyah Al Hudzalli, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)

Ibnu Rajab mengatakan, “kita dilarang berpuasa pada hari tasyriq karena hari tasyriq adalah hari raya kaum Muslimin, disamping hari raya qurban. Oleh karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama.”

Mengapa diharamkan berpuasa pada hari tasyriq? Ibnu Rajab menjelaskan:

Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, disamping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan tiga hari setelahnya. Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka. Di saat itulah mereka mendapatkan jamuan dari Allah karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, kaum Muslimin di belahan negeri yang lain turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji. Kaum Muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah dengan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Iduladha dan hari tasyriq. Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, mereka beristirahat dan menikmati hidangan daging qurban di hari tasyriq.

Allah syariatkan kaum Muslimin untuk menjadikan hari tasyriq sebagai hari makan dan minum agar bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna, dimana nikmat yang kita terima menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Mengingat hari tasyriq merupakan hari yang agung di sisi Allah, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan pada hari tasyriq. Pada hari tasyriq disyariatkan kepada kaum Muslimin untuk memperbanyak dzikir kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada beberapa hari yang terbilang” (QS. Al-Baqarah: 203)

Yang dimaksud dengan hari yang terbilang adalah hari-hari setelah hari Iduladha, yaitu hari-hari tasyriq. Inilah pendapat Ibnu ‘Umar dan pendapat kebanyakan ulama. Dzikir kepada Allah dapat kita lakukan dalam bentuk:
  • Bertakbir setiap selesai shalat wajib. Hal ini disyariatkan hingga akhir hari tasyriq sebagaimana pendapat mayoritas ulama serta praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang bertakbir sejak ba’da shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga ba’da shalat zuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang bertakbir sejak ba’da shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga ba’da shalat ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
  • Membaca bismillah dan bertakbir ketika menyembelih hewan qurban. Waktu untuk menyembelih hewan qurban adalah hingga akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah) sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Pendapat ini juga menjadi pendapat Imam Syafi’i dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad. Namun, mayoritas sahabat berpendapat bahwa waktu untuk menyembelih hewan qurban hanya tiga hari, yaitu hari Iduladha dan dua hari tasyriq setelahnya (11-12 Dzulhijjah). Pendapat kedua ini adalah pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad, dan juga termasuk pendapat Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan kebanyakan ulama.
  • Berdzikir kepada Allah saat makan dan minum dengan membaca basmalah ketika mulai makan dan minum, kemudian mengakhirinya dengan hamdalah.
  • Berdzikir kepada Allah dengan membaca takbir saat melempar jumrah di hari tasyriq. Amalan ini khusus untuk orang yang sedang menjalankan ibadah haji.
  • Berdzikir kepada Allah dengan memperbanyak takbir secara mutlak, dimana pun dan kapan pun, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau bertakbir di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang sehingga Mina bergetar karena gema takbir.

Amalan lainnya yang dianjurkan pada hari tasyriq adalah memperbanyak doa kepada Allah. Ikrimah (murid Ibnu Abbas) mengatakan,

{ كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyriq: rabbana aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil aa-khirati hasanah wa qinaa adzaaban-naar (ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka).”

Doa di atas disebut dengan doa sapu jagad. Doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Oleh karena itu, doa ini menjadi doa yang paling sering dilantunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik mengatakan,

« كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: rabbana aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil aa-khirati hasanah wa qinaa adzaaban-naar.” (HR. Bukhari no. 6389, Muslim no. 2690)

Doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung karena di dalam doa terdapat pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Iduladha, “setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-ayyam al-ma’dudat (hari-hari yang terbilang). Doa pada hari-hari ini tidak akan ditolak. Oleh karena itu, perbesarlah harapan kalian.”

Semoga kita diberikan kesempatan dan kemudahan oleh Allah untuk mendapatkan keutamaan dan keistimewaan yang terdapat pada hari raya Iduladha dan hari-hari tasyriq. Aamiin ya Allah ya rabbal ‘alamin.

* * *

Saya bukanlah seorang ahli agama dan bukan pula seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang agama. Yang saya tuliskan disini adalah kesimpulan dari pemikiran saya yang saya akui sangat lemah. Oleh karena itu, saya mohon maaf jika ada kekhilafan yang saya tuliskan disini. Semoga sedikit tulisan yang saya muat disini memancing diri kita untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang hari tasyriq.

Sekian dan terima kasih :)

* * *

Referensi
  1. Baits AN. Amalan di hari tasyrik [dikutip tanggal 1 September 2017]. Diakses pada: https://konsultasisyariah.com/14538-amalan-di-hari-tasyrik.html
  2. Tuasikal MA. Apa itu hari tasyrik? [dikutip tanggal 1 September 2017]. Diakses pada: https://rumaysho.com/9015-hari-tasyrik.html
  3. Tuasikal MA. Amalan pada hari tasyriq [dikutip tanggal 1 September 2017]. Diakses pada: https://rumaysho.com/681-amalan-di-hari-tasyriq.html
  4. Tuasikal MA. Fikih puasa (6): hari dilarang puasa [dikutip tanggal 1 September 2017]. Diakses pada: https://muslim.or.id/17034-fikih-puasa-6-hari-dilarang-puasa.html