31 August 2017

Teka-teki #009 - Buka-tutup Loker


Seluruh mahasiswa Universitas Fajar Harapan berjumlah 2017 orang. Masing-masing orang memiliki lokernya sendiri dan loker tersebut dinomori secara berurutan dari nomor 1 hingga 2017. Pada hari itu, universitas mengadakan sebuah permainan besar-besaran yang diikuti oleh seluruh mahasiswa. Permainan itu diberi nama Buka-tutup Loker.

Begini permainannya. Awalnya seluruh pintu loker tertutup. George, mahasiswa dengan nomor loker 1, membuka semua loker. Sekarang jelas bahwa semua pintu loker terbuka.

Hitler, mahasiswa dengan nomor loker 2, menghampiri semua loker yang bernomor kelipatan 2 dan mengubah keadaan pintu loker yang dihampirinya. Sebagai contoh, pintu loker yang dihampirinya adalah 2, 4, 6, 8, dan seterusnya. Awalnya, pintu-pintu loker ini terbuka. Ketika Hitler menghampiri loker tersebut, ia harus mengubah keadaan pintu loker dari terbuka menjadi tertutup.

Tidak jauh beda dengan Hitler, Suyono, mahasiswa dengan nomor loker 3, menghampiri semua loker yang bernomor kelipatan 3 dan mengubah keadaan pintu loker yang dihampirinya. Jadi, pintu loker yang dihampirinya adalah 3, 6, 9, 12, dan seterusnya. Pintu loker 3 tadinya terbuka sehingga Suyono harus menutupnya. Pintu loker 6 sebelumnya tertutup karena Hitler menutupnya. Jadi, Suyono harus membuka pintu tersebut.

Begitu seterusnya hingga mahasiswa ke-2017. Intinya, mahasiswa menghampiri loker bernomor kelipatan dari nomor loker miliknya. Ketika loker tersebut dihampiri, mahasiswa tersebut harus mengubah keadaan pintu lokernya. Jika tadinya tertutup, ia harus membukanya. Jika tadinya terbuka, ia harus menutupnya.

Setelah semua mahasiswa mendapatkan giliran bermain, ada berapa loker yang terbuka? Loker nomor berapa sajakah itu?

Catatan: semua tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, saya mohon maaf karena saya tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

SOLUSI 
Sebuah nomor loker, misalnya $x$, akan dihampiri oleh mahasiswa yang nomor lokernya merupakan faktor bilangan dari $x$. Sebagai contoh, bilangan 6 faktor-faktor bilangannya adalah 1, 2, 3, dan 6. Oleh karena itu, loker nomor 6 akan dihampiri oleh mahasiswa dengan nomor loker 1, 2, 3, dan 6. Bilangan 16 faktor-faktor bilangannya adalah 1, 2, 4, 8, dan 16. Jadi, loker nomor 16 akan dihampiri oleh mahasiswa dengan nomor loker 1, 2, 4, 8, dan 16.

Perhatikan pola berikut ini. Ketika sebuah loker dihampiri 1 orang mahasiswa, loker akan berada dalam keadaan terbuka karena dibuka oleh mahasiswa tersebut. Ketika dihampiri oleh 2 orang mahasiswa, loker akan berada dalam keadaan tertutup, karena mahasiswa yang ke-2 akan menutup pintu loker yang sudah dibuka oleh mahasiswa sebelumnya. Ketika dihampiri oleh 3 orang mahasiswa, loker akan berada dalam keadaan terbuka, karena mahasiswa yang ke-3 akan membuka kembali pintu loker yang tadinya ditutup oleh mahasiswa ke-2. Begitu seterusnya.

Dengan melihat pola di atas, kita tahu bahwa jika sebuah loker dihampiri oleh sebanyak ganjil mahasiswa, loker tersebut akan berada dalam keadaan terbuka. Sebaliknya, jika sebuah loker dihampiri oleh sebanyak genap mahasiswa, loker tersebut akan berada dalam keadaan tertutup.

Dengan begitu, kita tahu bahwa loker yang pada akhirnya berada dalam keadaan terbuka adalah loker dengan nomor dimana nomor tersebut memiliki faktor bilangan sebanyak ganjil, dan bilangan yang memenuhi sifat tersebut adalah bilangan kuadrat.

Jadi, loker yang pada akhirnya berada dalam keadaan terbuka adalah loker dengan nomor dimana nomor tersebut merupakan bilangan kuadrat, yaitu 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, 100, 121, 144, 169, 196, 225, 256, 289, 324, 361, 400, 441, 484, ..., 1600, 1681, 1764, 1849, dan 1936.

29 August 2017

Soal Olimpiade Sains Nasional Matematika SMA Tahun 2002


Olimpiade Sains Nasional 2002
Yogyakarta, 10 September 2002

Soal 1. Buktikan bahwa $n^4-n^2$ habis dibagi oleh 12 untuk sebarang bilangan bulat $n>1$.

Soal 2. Lima buah dadu (enam-muka) akan dilempar satu demi satu, lalu hasil kali kelima angka yang muncul akan dihitung. Manakah yang lebih besar peluang terjadinya hasil kali 180 atau hasil kali 144?

Soal 3. Tentukan semua solusi dari sistem persamaan

$x+y+z=6$

$x^2+y^2+z^2=12$

$x^3+y^3+z^3=24$

Soal 4. Diberikan segitiga $ABC$ dengan $AC>BC$. Pada lingkaran luar segitiga $ABC$ terletak titik $D$ yang merupakan titik tengah busur $AB$ yang memuat titik $C$. Misalkan $E$ adalah titik pada $AC$ sehingga $DE$ tegak lurus pada $AC$. Buktikan bahwa $AE=EC+CB$.

Soal 5. Sembilan dari sepuluh bilangan berikut: 4, 5, 6, 7, 8, 12, 13, 16, 18, 19, akan diisikan ke dalam petak kosong pada tabel 3 x 5 di bawah ini. Sesudah semua petak terisi, jumlah bilangan pada setiap baris akan sama. Demikian pula halnya jumlah bilangan pada setiap kolom akan sama. Tentukan semua pengisian petak yang mungkin.


Soal 6. Tentukan semua bilangan prima $p$ yang membuat $4p^2+1$ dan $6p^2+1$ keduanya bilangan prima.

Soal 7. Misalkan $ABCD$ sebuah belah ketupat dengan $\angle A=60^{\circ}$ dan $P$ adalah titik potong kedua diagonal $AC$ dan $BD$. Misalkan $Q,R,S$ adalah tiga titik pada (keliling) belah ketupat. Jika $PQRS$ juga membentuk belah ketupat, tunjukkan bahwa tepat satu diantara $Q,R,S$ berimpit dengan titik sudut belah ketupat $ABCD$.

26 August 2017

Curahan Hati Seorang Pejalan Kaki

Syukur alhamdulillah Sabtu pagi ini merupakan pagi yang cerah. Syukur alhamdulillah pula saya bisa bangkit dari tidur sekitar jam 7 pagi. Ini merupakan sebuah prestasi bagi saya, mengingat sulitnya untuk bangkit dari tidur sepagi itu di tengah kesibukan sebagai pengangguran yang tengah saya alami beberapa bulan belakangan ini. Perlu dicatat juga bahwa, bagi saya, bangkit dari tidur berbeda dengan bangun tidur. Bangun tidur itu kedua mata memang sudah terbuka, tetapi jiwa dan raga tidak beranjak sedikit pun dari tempat tidur. Tidak heran bahwa kita akan tertidur kembali jika seperti ini. Berbeda dengan bangkit dari tidur dimana badan sudah bergerak menjauhi tempat tidur walaupun kadang hati nurani masih menuntut haknya untuk tidur lebih lama *eh

Pembukaan macam apa ini? -_- Mari kita lanjutkan benang merahnya.

Pagi ini saya manfaatkan waktu untuk membawa mobil ke bengkel agar ia mendapatkan perawatan yang sudah lama didambakan olehnya *ketahuan jarang di-service -_- Setibanya di bengkel yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, saya bertemu dengan montir dan dijelaskan beberapa hal tentang otomotif yang sulit untuk saya pahami, tetapi ada dua hal yang saya tahu pasti. Pertama, biaya service mobil ternyata tidak murah! Kedua, saya tidak membawa cukup uang! Entah mengapa harga yang ditawarkan oleh montirnya jauh melambung dibandingkan dengan harga service yang saya ketahui sebelumnya. Jika sudah begini, terpaksa mencari tambahan uang dengan cara meminta-minta mengambil simpanan di tabungan. Tidak ada kendaraan yang bisa dibawa, kecuali kendaraan yang paling murah di dunia, yaitu kedua tungkai. Benar, saya harus berjalan kaki mencari mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Sejauh mata memandang, saya tidak menemukan tanda-tanda keberadaan mesin ATM. Saya memutuskan untuk pergi ke ATM yang berada di pom bensin terdekat yang jaraknya kira-kira 400 meter dari bengkel. Ya, aktivitas fisik yang cukup baik untuk memeras keringat. Salah satu kenikmatan dari berjalan kaki adalah kita dapat memperhatikan lingkungan sekitar dengan lebih baik dibandingkan saat berkendara. Di tengah observasi saat berjalan kaki, saya sempat merasa heran, “mengapa hanya saya sendiri yang berjalan kaki? Dimana pejalan kaki lainnya? Kalau dibandingkan dengan kondisi pejalan kaki dalam film luar negeri, seperti Jepang, Inggris, atau Amerika, jumlah pejalan kakinya sangat banyak. Apa mungkin itu semua di-setting untuk film?” Sepanjang perjalanan, saya hanya melihat satu orang pejalan kaki selain saya. Sayangnya, ia berjalan dengan sangat santai walaupun tidak menggunakan alas kaki dan celana *kemungkinan orang dengan gangguan jiwa -_- Padahal trotoar di Pekanbaru ini jauh lebih aman dibandingkan dengan trotoar di ibukota dimana pejalan kaki harus bergulat dengan sepeda motor di daerah kekuasaannya sendiri. Walaupun sebenarnya di Pekanbaru ini dapat juga kita temukan beberapa oknum pengendara sepeda motor yang mencoba naik ke atas trotoar dan melawan arus lalu lintas.

Adakah yang janggal pada gambar di atas?

Benar saja, modernisasi yang sedang terjadi dan era serba digital yang sedang kita jalani saat ini membuat kita malas untuk bergerak sehingga tidak heran kita temukan banyak orang yang enggan untuk berjalan kaki. Sudah menjadi sifat umum bagi manusia untuk mencari jalan termudah dan tidak ada hal yang lebih mudah selain menekan-nekan layar gadget yang ada di tangan kita untuk mendapatkan hal yang kita inginkan. Jika ingin makan-minum, tinggal telepon atau gunakan jasa online untuk delivery. Jika ingin berbelanja, tinggal buka aplikasi toko online. Jika ingin melakukan transaksi bank, tinggal gunakan layanan mobile banking. Jika ingin bepergian, tinggal gunakan jasa angkutan online dan Anda akan dijemput beberapa saat kemudian. Ada lagi yang ingin menambahkan? :D

Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah salah satu fasilitas untuk pejalan kaki yang, menurut saya, telah terabaikan: jembatan penyeberangan. Saat saya sedang berkendara melewati jalan dengan aktivitas lalu lintas yang cukup ramai, saya selalu heran mengapa pejalan kaki masih saja menyeberang melalui badan jalan, padahal jembatan penyeberangan telah disediakan untuk menjamin keamanan pejalan kaki saat menyeberang. Pagi ini, untuk menjawab rasa penasaran saya dan karena saya ingin menyeberang jalan dengan aman, saya menaiki jembatan penyeberangan yang berada di dekat Lapangan Purna MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) Pekanbaru.

Seperti yang Anda kira, tidak ada pengguna jembatan penyeberangan selain saya saat itu. Kondisi jembatan masih cukup baik *mungkinkah karena jarang digunakan? Anda pun bisa mengabadikan beberapa momen di atas jembatan ini karena jembatan penyeberangan bukanlah tempat yang buruk untuk berfoto :D Beberapa “coretan rakyat” juga dapat ditemukan di jembatan ini. Hal ini sudah biasa kita temukan di beberapa fasilitas umum. Dua hal yang menjadi perhatian khusus adalah: lubang dengan ukuran cukup besar yang saya temukan di atas jembatan ini dan larangan untuk memasang spanduk, stiker, atau poster di jembatan penyeberangan. Saya baru tahu kalau ada larangan untuk memasang spanduk dan sebagainya di jembatan penyeberangan. Mungkin saja masih ada yang melakukan hal itu karena tulisan peringatan itu sudah buram. Semoga hal ini dapat segera diperbaiki sehingga pejalan kaki, walaupun jumlahnya sangat sedikit, dapat merasa aman dan nyaman saat menggunakan jembatan penyeberangan.

Kondisi jembatan penyeberangan yang masih cukup baik

"Coretan rakyat" di jembatan penyeberangan

Coretan rakyat di jembatan penyeberangan

Lubang di jembatan penyeberangan

Larangan memasang spanduk di jembatan penyeberangan sekaligus contoh pelanggarannya

Sekian curahan hati saya menjadi pejalan kaki pada pagi hari ini. Semoga tidak bermanfaat dan terima kasih sudah membaca tulisan ini :)

24 August 2017

Teka-teki #008 - Bidak Siapa yang Akan Menang?


Fajar dan Tama memiliki dua buah bidak yang masing-masing berwarna putih dan hitam, serta sebuah papan permainan berukuran 1 x 2017 kotak satuan. Papan permainan dibentangkan, dan kedua bidak diletakkan pada tempatnya. Bidak berwarna putih diletakkan pada kotak di paling kiri dan bidak hitam diletakkan pada kotak di paling kanan. Permainan pun siap dimulai.

Fajar menggunakan bidak berwarna putih dan Tama menggunakan bidak berwarna hitam. Permainan dimulai terlebih dahulu oleh Fajar yang menggunakan bidak putih. Pada setiap gilirannya, masing-masing pemain memajukan bidaknya satu atau dua kotak tanpa melompati bidak lawan. Pemain yang tidak bisa memajukan bidaknya lagi dinyatakan kalah.

Melihat situasi di atas, siapakah yang memiliki strategi untuk selalu memenangkan pertandingan? Jelaskan strategi permainan tersebut.

Catatan: semua tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, saya mohon maaf karena saya tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

SOLUSI 
Yang pasti akan menang adalah Fajar dengan bidak putihnya, jika ia mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk membuatnya selalu menang. Strateginya adalah jaga jarak antara bidak putih dan hitam selalu berjumlah kelipatan 3. Pada awal permainan di atas papan 1 x 2017 kotak satuan dengan bidak putih di kotak paling kiri dan bidak hitam di kotak paling kanan, maka jarak antara bidak putih dan hitam adalah 2015 kotak satuan. Fajar harus menggerakkan bidaknya 2 kotak ke depan sehingga jarak antara bidak putih dan hitam sekarang menjadi 2013, dan 2013 merupakan kelipatan 3.

Pada giliran selanjutnya, jika Tama menggerakkan bidak hitam 1 kotak ke depan, maka Fajar harus menggerakkan bidaknya 2 kotak ke depan pada giliran berikutnya. Jika Tama menggerakkan 2 kotak ke depan, maka Fajar harus menggerakkan 1 kotak ke depan pada giliran selanjutnya. Ini dilakukan untuk terus menjaga jarak antar bidak tetap merupakan kelipatan 3.

Pada giliran Fajar selanjutnya, jika mengikuti strategi tersebut, jarak antar bidak akan menjadi 2010, kemudian 2007, 2004, 2001, 1998, dan seterusnya hingga jarak antar bidak menjadi 12, 9, 6, dan 3. Saat jarak antar bidak tinggal 3 kotak, langkah selanjutnya adalah langkah terakhir bagi Tama. Jika Tama memajukan bidaknya 1 kotak, Fajar harus memajukan bidaknya 2 kotak, dan Tama tidak bisa lagi bergerak. Jika Tama memajukan bidaknya 2 kotak, Fajar tinggal memajukan bidaknya 1 kotak, dan Tama tidak bisa lagi bergerak.

Kemenangan pun jatuh di tangan Fajar dan akan selalu dimenangi oleh Fajar berapa kali pun Tama meminta tanding ulang, selama Fajar memegang bidak putih :)

22 August 2017

Pasir dan Batu


Kisah ini menceritakan dua orang sahabat yang sedang berjalan di sepanjang gurun. Selama dalam perjalanan, mereka sibuk dengan sebuah perdebatan dan salah satu dari mereka menampar wajah teman yang lain. Seorang yang tertampar mukanya itu merasakan sakit, tetapi tidak mengatakan apa pun. Dia menulis di atas pasir, “hari ini teman terbaikku telah menampar wajahku.”

Mereka meneruskan perjalanan sampai akhirnya menemukan sebuah kolam, dimana akhirnya mereka memutuskan untuk mandi. Seorang yang telah ditampar, terjebak di dalam lumpur dan dia mulai tenggelam. Akan tetapi, temannya telah menyelamatkannya. Setelah selamat dari lumpur itu, dia menulis di sebuah batu, “hari ini teman terbaikku telah menyelamatkan hidupku.”

Teman yang telah menampar dan juga telah menyelamatkan hidupnya bertanya, “setelah aku menyakitimu, kamu menulis di atas pasir. Sekarang kamu menulis di atas batu. Mengapa?”

Teman yang lain menjawab,
Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya di atas pasir dimana angin pengampunan akan menghapuskannya. Tetapi, ketika seseorang berbuat baik kepada kita, kita harus mengukirnya di atas batu dimana angin tidak akan pernah bisa menghapusnya.

21 August 2017

Teka-teki #007 - Menyeberang Sungai


Seorang petani mendapati dirinya di suatu pinggir sungai dengan serigala, kambing, dan setumpuk kubis. Petani tersebut perlu memindahkan ketiganya ke seberang sungai dengan menggunakan perahu penyeberangan milik desa tempat tinggalnya. Namun, perahu tersebut hanya bisa memuat si petani dan salah satu di antara serigala, kambing, dan kubis.

Jika petani tidak ada, serigala akan memakan kambing dan kambing akan memakan kubis. Ini tidak boleh terjadi. Serigala, kambing. dan kubis semuanya harus sampai ke seberang sungai bersama dengan petani tersebut, tanpa terjadi peristiwa “memakan dan dimakan” yang dijelaskan tadi.

Bagaimanakah cara petani memindahkan serigala, kambing, dan kubis ke seberang sungai?

SOLUSI 
Langkah pertama. Petani membawa kambing menyeberang sungai dan meninggalkannya di seberang sungai. Setelah itu, petani sendirian kembali ke tempat awal.

Langkah kedua. Petani membawa serigala menyeberang sungai dan meninggalkannya di seberang sungai. Setelah itu, petani membawa kambing kembali ke tempat awal.

Langkah ketiga. Petani membawa kubis menyeberang sungai dan meninggalkannya di seberang sungai. Setelah itu, petani sendirian kembali ke tempat awal.

Langkah keempat. Petani membawa kambing menyeberang sungai dan akhirnya semua sudah lengkap dibawa menyeberang sungai.

#ShameOnYouMalaysia vs #ShameOnYouIndonesia

Di suatu pagi dimana saya bangun kesiangan seperti biasanya, saya membuka media sosial Twitter untuk melihat apa saja berita, peristiwa, dan informasi yang terlewatkan saat masih tertidur. Tidak sengaja saya membuka halaman trending topics dan menemukan hashtag yang menarik: #ShameOnYouMalaysia. Spontan saya langsung mengetuk layar handphone di atas tulisan hashtag tersebut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Trending topics twitter #ShameOnYouMalaysia - 21 Agustus 2017 @ 05.00 WIB
Sumber: data primer

Benar saja, kicauan yang muncul membuat perasaanku bercampur aduk: kaget, kesal, heran, dan seolah tidak percaya sambil geleng-geleng kepala dan mengeluarkan tawa-tawa kecil. Faktor presipitasi yang menyebabkan hashtag itu muncul ke permukaan adalah panitia SEA Games ke-29 tahun 2017 di Malaysia terbalik mencetak bendera Indonesia di souvenir booklet pada acara pembukaan SEA Games tahun ini. Bendara Sang Saka Merah-Putih dicetak putih-merah (seperti bendera Polandia) di booklet tersebut. Tidak hanya itu, terbaliknya bendera Indonesia juga ditemukan pada media cetak surat kabar Malaysia.

Souvenir booklet pembukaan SEA Games 2017 Malaysia yang menampilkan bendera Indonesia terbalik (lingkaran merah)
Sumber: DetikNews

Surat kabar Malaysia yang menampilkan bendera Indonesia terbalik (lingkaran merah)
Sumber: DetikSport

Bendera Negara Indonesia
Sumber: Wikipedia

Baru saja memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus lalu, tweets yang mengekspresikan rasa kesal dan geram dikicaukan oleh banyak penduduk Indonesia setelah melihat bendera kebangsaan Indonesia dicetak terbalik. Bahkan, pembahasan meluas hingga isu klaim kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, yaitu lagu Rasa Sayange dan Reog Ponorogo, yang pernah viral beberapa waktu yang lalu. Saat saya ingin menulis tulisan ini, saya juga menemukan pembahasan tentang “kekurangan” pelaksanaan SEA Games di Malaysia tahun ini, seperti wasit yang “dinilai” berat sebelah saat pertandingan Indonesia vs Malaysia, undian pertandingan sepak bola yang “dinilai” sudah diatur, banyak penonton yang tidak mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan sepak bola, kendaraan operasional yang terlambat menjemput kontingen, dan insiden kekurangan makanan untuk peserta. Serangan terbaru diluncurkan oleh para hacker dengan cara meretas berbagai website Malaysia.

Tim Indonesia menyatakan mundur dari pertandingan saat berhadapan dengan Malaysia karena wasit dinilai tidak adil
Sumber: Twitter @bayupanditaa

Serangan hacker meretas website Malaysia
Sumber: Portal Dieng

Seolah tidak ingin diserang tanpa melawan, hashtag #ShameOnYouIndonesia juga muncul ke permukaan. Saya pun antusias untuk membaca timeline yang membahas tentang hashtag tersebut. Yang saya temukan juga tidak kalah menarik: Indonesia juga pernah salah menampilkan bendera Malaysia saat menjadi tuan rumah SEA Games ke-26 tahun 2011 lalu. Bendera Malaysia yang disebut juga dengan Jalur Gemilang kehilangan satu buah jalurnya pada saat itu. Tidak heran saya pun menemukan sebuah kicauan dari rakyat Malaysia yang isinya: “kesalahan 6 tahun yang lalu bagaimana?” Seolah tidak ingin berhenti disitu saja, saya juga menemukan gambar-gambar yang menampilkan “kesalahan” Indonesia, seperti bendera yang dipasang terbalik di negara sendiri dan gambar buatan Indonesia yang salah memasukkan bendera nasional Thailand. Gambar yang dimasukkan tampak seperti bendera Kosta Rika. Sayangnya gambar-gambar tersebut tidak saya temukan saat saya berusaha mencari sumber awal gambar tersebut. Mungkin saja tidak terlihat oleh saya. Saya mohon maaf atas kekhilafan saya.

Berita Indonesia pernah salah menampilkan bendera Malaysia saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011
Sumber: Team Malaysia @ SEA Games

Bendera Negara Malaysia
Sumber: Wikipedia

Bendera Indonesia dikibarkan terbalik di halaman Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Sumber: Twitter @SyamilLukman

Indonesia salah menampilkan bendera Thailand (lingkaran merah)
Sumber: Twitter @wxyzany

Indonesia salah menampilkan bendera Thailand (lingkaran merah)
Sumber: Twitter @ClaaSun

Bendera Negara Thailand
Sumber: Wikipedia

Bendera Negara Kosta Rika
Sumber: Wikipedia

Melihat perseteruan ini, saya menjadi penasaran akan akhir ceritanya :D

Pihak Malaysia, baik panitia penyelenggara SEA Games dan pemerintah Malaysia, dituntut untuk meminta maaf kepada Indonesia dan seluruh rakyatnya, karena dianggap telah menodai sakralnya bendera Indonesia sebagai identitas nasional. Bahkan dicurigai bahwa hal ini merupakan kesengajaan *saya pun heran darimana kesimpulan seperti ini bisa muncul -_- dan menuntut agar dihukum pidana dengan dasar Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan *silahkan searching sendiri Undang-undangnya kalau pengen tahu :)

Alhamdulillah permohonan maaf telah dilakukan oleh Malaysia, baik dengan mengeluarkan surat permohonan maaf walaupun tidak ada tanda tangannya maupun permohonan maaf secara langsung dengan pihak Indonesia. Menteri Belia dan Sukan Malaysia (Menteri Pemuda dan Olahraga versi Malaysia) beserta perwakilan panitia pelaksana SEA Games 2017 telah menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia untuk menyampaikan permohonan maaf. Kasus sudah selesai dan mari berdamai kembali :)

Surat permohonan maaf dari panitia penyelenggara SEA Games 2017 dan Menpora Malaysia
terkait insiden bendera Indonesia terbalik
Sumber: DetikSport

Surat permohonan maaf dari Menteri Luar Negeri Malaysia terkait insiden bendera Indonesia terbalik
Sumber: DetikNews

Pertemuan Menpora Indonesia (Imam Nahrawi, memegang bendera Malaysia)
dan Menpora Malaysia (Khairy Jamaluddin, memegang bendera Indonesia)
Sumber: DetikSport

Jika ditanya bagaimana pendapat saya, tentu saya juga merasa kesal karena Malaysia membuat kesalahan dalam menampilkan bendera nasional Indonesia, apalagi jika terbukti benar-benar disengaja. Saya juga heran mengapa hal itu bisa terjadi karena bendera Indonesia sangat sederhana kalau menurut saya, tetapi tentu lain halnya jika sebelumnya benar-benar belum pernah mengetahui bagaimana bentuk bendera negara Indonesia. Saya menganggap bendera Indonesia itu sangat sederhana karena saya sudah melihat bendera itu sejak masih kecil dan selalu berulang minimal sekali tiap tahunnya saat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Jika ditanya bagaimana bentuk bendera Malaysia, saya tidak terlalu ingat. Padahal perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara atau ASEAN sudah saya pelajari di bangku sekolah. Mengapa? Karena saya jarang melihatnya. Jika begitu kasusnya, apa yang dilakukan? Benar, mengandalkan internet dan search engine. Anehnya, saya menemukan gambar hasil penelusuran search engine seperti ini:

Hasil penelusuran bendera Indonesia dengan search engine
Sumber: Twitter @SyamilLukman

Karena merasa heran, saya pun melakukan penelusuran dengan menggunakan search engine dan kata kunci yang sama. Hasilnya?

Hasil penelusuran bendera Indonesia dengan search engine
Sumber: data primer

Jika sudah begini, siapa yang disalahkan? Search engine-nya kah? :))

Entah mengapa perseteruan online terlihat begitu berlebihan jika menurut saya. Saat menemukan sebuah kesalahan, dimulailah proses untuk mencari kesalahan lainnya. Mungkin lebih tepatnya mencari-cari kesalahan. Masa lalu kembali diungkit-ungkit dan digunakan untuk memperkeruh suasana. Karena lawan tidak mau dipojokkan begitu saja, lawan pun mulai mencari-cari kesalahan. Miris memang, tetapi itulah yang terjadi. Terlebih lagi saat saya membaca sebuah tweet yang saya duga dari orang Malaysia yang isinya: “oh jadi begini ya orang Indonesia?” Bagaimana reaksi Anda jika membaca hal seperti itu? Marah lagi? Kesal lagi? Kapan perseteruan ini akan berakhir jika begitu terus? -_-

Saya ingin mengutip tanggapan dari Presiden Republik Indonesia terkait terbaliknya bendera Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia, “kita sangat menyesalkan kejadian seperti itu, tetapi tidak usah dibesar-besarkan lah”. Saya setuju Pak, tidak perlu dibesar-besarkan. Menurut saya, perang #ShameOnYou seperti ini terjadi karena kita memberikan tanggapan berdasarkan emosi, bukan berdasarkan akal-pikiran yang rasional dan objektif. Setuju?

Mari kita jadikan pelajaran untuk kita semua: dinginkan kepala, jangan mudah terbawa emosi, jangan terlalu membesar-besarkan masalah, dan introspeksi diri karena tidak ada hal yang sempurna. Kita semua punya pekerjaan yang sangat besar tahun depan dimana Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII 2018. Mari kita bantu memberikan dukungan dan doa semoga semua persiapannya berjalan lancar dan tidak ada kesalahan-kesalahan besar yang terjadi, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatannya. Saya tidak ingin melihat #ShameOnYouMalaysia vs #ShameOnYouIndonesia jilid 2 :))

Sebagai penutup, marilah selalu kita doakan yang terbaik untuk para atlet kita dari Indonesia yang sedang berlaga di ajang SEA Games ke-29 tahun 2017 di Malaysia. Semoga dapat meraih prestasi setinggi-tingginya dan medali sebanyak-banyaknya. Junjung tinggi sportivitas. Salam olahraga!

20 August 2017

Hikmah Metamorfosis Kupu-kupu

Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu-kupu di sebuah dahan yang rendah. Kemudian diambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil di sana. Dia tertegun mengamati lubang kecil itu karena dirinya melihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang membebaskan diri melalui lubang kecil tersebut. Lalu, tampak kupu-kupu itu berhenti mencoba. Kupu-kupu itu terlihat sudah berusaha semampunya dan tampaknya semua usahanya untuk keluar lewat lubang kecil itu sia-sia saja.

Melihat fenomena ini, si anak menjadi iba. Si anak mengambil keputusan untuk membantu kupu-kupu tadi keluar dari kepompongnya. Dia pun mengambil gunting dan mulai membuka badan kepompong dengan guntingnya agar kupu-kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa.

Begitu kepompong terbuka, kupu-kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, kupu-kupu itu masih memiliki tubuh yang gembung dan kecil. Kedua sayapnya tampak masih berkerut. Si anak tadi pun mulai mengamatinya lagi dengan saksama sambil berharap agar sayap kupu-kupu itu berkembang sehingga dapat membawa si kupu-kupu mungil itu terbang menuju bunga-bunga yang ada di taman.

Harapan tinggal harapan. Apa yang ditunggu-tunggu si anak tak kunjung tiba. Kupu-kupu itu terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak membawa tubuh yang gembung dan sayap yang masih berkerut serta tidak terbentang dengan sempurna. Kupu-kupu itu akhirnya tidak pernah bisa terbang.

Si anak yang membantu mengeluarkan kupu-kupu tadi dari kepompongnya ternyata tidak mengerti bahwa kupu-kupu perlu berjuang dengan daya usahanya sendiri untuk membebaskan diri dari kepompongnya. Lubang kecil yang perlu dilalui kupu-kupu tersebut akan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sehingga ia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan.

Bukankah kita semua juga begitu? :)

19 August 2017

Pahala Membaca Al-Qur'an


Jika kita merasa berat hati untuk membaca Al-Qur’an, ada baiknya kita merenungkan apa yang disampaikan oleh Imam ‘Ali bin Abi Thalib. Beliau mengatakan,
Siapa yang membaca Al-Qur’an, sedang dia berdiri dalam shalatnya, buatnya pahala bagi setiap hurufnya 100 pahala.

Dan siapa yang membaca Al-Qur’an, sedang dia duduk dalam shalatnya, buatnya pahala bagi setiap hurufnya 50 pahala.

Dan siapa yang membaca Al-Qur’an, sedang dia ada di luar shalat dan dalam keadaan bersuci, buatnya pahala bagi setiap hurufnya 25 pahala.

Dan siapa yang membaca Al-Qur’an, sedang dia tiada bersuci, buatnya pahala bagi setiap hurufnya 10 pahala.
Ditulis ulang dari buku Jejak Langkah Mengenal Allah oleh Asfa Davy Bya.

18 August 2017

Aspek Kedokteran Forensik pada Korban Luka Bakar

Pendahuluan


Luka bakar merupakan cedera dan/atau kerusakan terhadap jaringan yang disebabkan oleh kontak dengan sumber yang memiliki suhu tinggi, seperti terbakar api, matahari, listrik, terpajan uap dan cairan panas, maupun bahan kimia. Luka bakar merupakan cedera yang cukup sering dihadapi oleh dokter. Berbagai kondisi terkait kehidupan sosial penderita luka bakar, seperti keterbatasan yang ditimbulkan dan biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan, memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat.1,2

Berdasarkan Journal of Burn Care and Rehabilitation 1992, diperkirakan terdapat 2,4 juta kasus luka bakar dalam setahun di Amerika Serikat. Sekitar 8.000-12.000 pasien dengan luka bakar meninggal dan sekitar 1 juta pasien akan mengalami cacat substansial atau permanen yang diakibatkan oleh luka bakar yang dialami. Penelitian yang menggunakan subjek penderita luka bakar rawat inap di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada bulan Januari 1998 sampai Mei 2001 menyebutkan bahwa dari 156 penderita terdapat angka mortalitas sebesar 27,6% dimana penderita terbanyak berusia 19 tahun dan laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Penyebab luka bakar tersering adalah terkena api (55,1%) dan tempat kejadian luka bakar tersering adalah di rumah (72,4%).3

Luka bakar merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak akibat kecelakaan pada semua kelompok umur. Berdasarkan aspek medikolegal, seorang dokter harus melakukan pemeriksaan terhadap korban yang mengalami luka bakar, baik yang masih hidup maupun yang telah mati. Indikasi untuk melakukan pembunuhan dengan mempersulit identifikasi korban melalui luka bakar juga memiliki prevalensi yang cukup tinggi (90%). Oleh karena itu, diperlukan suatu keahlian khusus untuk membedakan apakah luka bakar terjadi saat masih hidup (antemortem) atau saat sudah mati (postmortem) untuk menutupi penyebab kematian sebenarnya.2

Berdasarkan uraian sebelumnya diketahui bahwa luka bakar memiliki angka insidensi dan mortalitas yang tinggi serta dapat menimbulkan dampak yang serius. Oleh karena itu diperlukan suatu literatur khusus untuk membahas tentang luka bakar dalam keilmuan kedokteran forensik, efeknya terhadap berbagai sistem organ, klasifikasi derajat luka, penyebab kematian utama pada luka bakar, serta bagaimana cara membedakan luka antemortem dan postmortem pada korban luka bakar.

Definisi Luka Bakar


Luka bakar adalah rusak atau hilangnya jaringan yang disebabkan oleh kontak permukaan tubuh dengan sumber panas, seperti kobaran api di tubuh, jilatan api ke tubuh, terkena air panas, tersentuh benda panas, sengatan listrik, bahan-bahan kimia, serta sengatan matahari.4 Luka bakar merupakan luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas atau zat-zat yang bersifat membakar. Luka bakar merupakan salah satu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi yang membutuhkan penanganan khusus.1,5

Etiologi Luka Bakar4,6


Termal


Penyebab termal atau suhu merupakan penyebab luka bakar yang paling sering. Contoh penyebab termal adalah lidah api, permukaan benda yang panas, dan air panas.


Kimia


Contoh penyebab kimia di industri adalah asam kuat atau basa kuat, seperti asam klorida (HCl) atau alkali. Penyebab kimia dapat juga ditemukan dalam rumah tangga, seperti pembersih cat dan desinfektan.


Listrik


Percikan atau arus listrik yang mengalir ke tubuh (tersengat arus listrik atau tersambar petir) dapat menyebabkan terjadinya luka bakar.


Radiasi


Luka bakar radiasi disebabkan karena terpapar sumber radioaktif. Luka bakar akibat radiasi sering disebabkan oleh penggunaan radioaktif untuk keperluan terapeutik dalam dunia kedokteran dan industri. Paparan sinar matahari yang terlalu lama juga dapat menyebabkan luka bakar radiasi.

Klasifikasi Luka Bakar


Berdasarkan kedalaman jaringan yang mengalami kerusakan, luka bakar terbagi menjadi lima jenis, yaitu:1,2,4,6


Luka bakar derajat I


Luka bakar derajat I disebut juga luka bakar superfisial. Kerusakan yang terjadi pada luka bakar derajat I terbatas pada epidermis superfisial sehingga juga disebut epidermal burn. Kulit tampak kering dan hiperemis atau eritema, tidak dijumpai adanya bula, dan terasa nyeri karena ujung-ujung saraf sensoris mengalami iritasi. Pada hari keempat akan terjadi deskuamasi epitel (peeling) dan luka sembuh spontan dalam 5-10 hari.


Luka bakar derajat II dangkal


Kerusakan pada luka bakar derajat II dangkal mencapai bagian superfisial dari dermis. Organ-organ kulit di dermis, seperti folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebasea masih utuh. Pada luka bakar derajat II dangkal dijumpai bula yang muncul beberapa jam setelah luka, dasar luka berwarna merah atau pucat, terasa nyeri karena ujung-ujung saraf sensoris mengalami iritasi, dan nyeri yang dirasakan lebih berat dibanding nyeri pada luka bakar derajat I. Penyembuhan terjadi secara spontan dalam 3 minggu.


Luka bakar derajat II dalam


Kerusakan pada luka bakar derajat II dalam hampir mengenai seluruh bagian dermis. Organ-organ kulit di dermis, seperti folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebasea sebagian masih utuh. Pada luka bakar derajat II dalam dijumpai bula, dasar luka berwarna merah atau putih tergantung variasi dari vaskularisasi pembuluh darah, terasa nyeri karena ujung-ujung saraf sensoris mengalami iritasi. Penyembuhan terjadi lebih lama, yaitu sekitar 3-9 minggu.


Luka bakar derajat III


Kerusakan pada luka bakar derajat III meliputi seluruh lapisan dermis. Kerusakan yang timbul bersifat permanen. Pada luka bakar derajat III tidak dijumpai bula, kulit yang terbakar berwarna putih dan pucat, tidak terasa nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik sudah hancur, dan terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang disebut dengan eskar. Penyembuhan terjadi lebih lama karena tidak ada proses epitelisasi spontan dari dasar luka.


Luka bakar derajat IV


Luka bakar derajat IV disebut juga dengan charring injury. Pada luka bakar derajat IV, kulit tampak berwarna hitam seperti arang karena terbakarnya jaringan. Kerusakan yang terjadi meliputi seluruh kulit, jaringan subkutan, dan tulang.


Gambar 1   Klasifikasi luka bakar berdasarkan dalamnya kerusakan jaringan7

Penghitungan Luas Luka Bakar8


Luka bakar juga dapat dibagi berdasarkan luasnya luka yang terjadi. Untuk menghitung luasnya luka bakar, ada tiga metode yang dapat digunakan, yaitu penghitungan dengan menggunakan permukaan palmar, Rule of Nine atau Rule of Wallace, dan Lund and Browder chart.

Penghitungan dengan menggunakan permukaan palmar atau telapak tangan dapat digunakan untuk menghitung luas luka bakar yang relatif kecil (< 15% luas permukaan tubuh) atau yang sangat luas (> 85% luas permukaan tubuh). Satu permukaan telapak tangan sama dengan 0,78% luas permukaan tubuh (LPT). Nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan estimasi satu permukaan telapak tangan sama dengan 1% LPT yang biasa diingat banyak petugas kesehatan.

Rule of Nine membagi tubuh menjadi sebelas regio yang masing-masing regio luasnya 9% ditambah dengan daerah kemaluan seluas 1% pada dewasa. Cara ini dapat digunakan pula pada anak-anak dan bayi dengan penyesuaian tertentu. Cara ini dapat digunakan untuk menghitung luka bakar yang sedang-luas dengan cepat. Pada praktiknya, cara ini kurang akurat untuk mengestimasi luas luka bakar pada pasien anak dan bayi. Persentase luas luka bakar berdasarkan rule of nine dapat dilihat pada gambar 2 dan tabel 1.


Gambar 2   Persentase luas luka bakar berdasarkan rule of nine8

Tabel 1   Persentase luas luka bakar berdasarkan rule of nine9


Metode Lund and Browder chart merupakan cara yang paling tepat untuk menghitung luas luka bakar karena dapat mengikuti perubahan permukaan tubuh sesuai dengan usia sehingga dapat menghasilkan penghitungan yang akurat pada anak-anak dan bayi.8 Penghitungan luas luka bakar berdasarkan Lund and Browder chart dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2   Luas permukaan tubuh (%) berdasarkan Lund and Browder chart8


Aspek Kedokteran Forensik pada Korban Luka Bakar


Kematian pada korban luka bakar2


Kematian karena luka bakar terbagi menjadi kematian cepat dan kematian lambat. Kematian cepat terjadi dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah terjadinya luka bakar. Kematian cepat pada luka bakar dapat terjadi akibat syok neurogenik (nyeri yang sangat berat), luka akibat panas yang menyebabkan kehilangan cairan, dan luka pada saluran nafas.

Kematian lambat terjadi sebagai hasil beberapa kemungkinan komplikasi, seperti kehilangan cairan yang dapat menyebabkan syok hipovolemik atau gagal ginjal, kerusakan pada epitel saluran pernafasan dan acute respiratory distress syndrome, serta sepsis akibat pneumonia.


Perbandingan luka bakar ante mortem dan post mortem2


Pemeriksaan forensik dapat dilakukan untuk mengetahui apakah jenazah yang meninggal pada peristiwa kebakaran meninggal akibat luka bakar atau sudah meninggal sebelum terjadinya luka bakar. Pada korban yang masih hidup saat terbakar akan ditemukan adanya gelembung, adanya jelaga pada saluran pernafasan, serta saturasi karbon monoksida (CO) dalam darah korban > 10%. Pada korban yang keracunan CO, jika tubuh korban tidak terbakar seluruhnya, akan terbentuk lebam mayat berwarna merah terang (cherry red). Pada tubuh manusia yang telah mati sebelum dibakar tidak akan terdapat warna kemerahan pada kulit karena tidak lagi terjadi reaksi intravital. Tubuh mayat akan tampak keras dan kekuningan. Gelembung yang terbentuk akan berisi cairan yang mengandung sedikit albumin dan memberikan sedikit kekeruhan bila dipanaskan, serta sangat sedikit atau tidak ditemukan sel polimorfonuklear (PMN).

Ada tiga poin utama untuk membedakan luka bakar antemortem dan postmortem, yaitu batas kemerahan, vesikasi, dan proses perbaikan. Pada kasus luka bakar antemortem, terdapat eritema yang disebabkan oleh distensi kapiler yang sifatnya sementara yang dapat menghilang akibat tekanan saat masih hidup dan kemudian memudar setelah meninggal. Namun, eritema ini bisa saja tidak ada pada orang yang sangat lemah kondisinya, seperti pada korban yang meninggal segera setelah syok karena luka bakar tersebut.

Vesikasi yang timbul akibat luka bakar antemortem mengandung cairan serosa yang berisi albumin, klorida, sedikit PMN, memiliki daerah yang berwarna kemerahan, dan dasarnya inflamasi dengan papilla yang meninggi. Kulit yang mengelilingi vesikasi tersebut berwarna merah cerah atau berwarna tembaga. Hal ini merupakan ciri khas yang membedakan vesikasi sejati dengan vesikasi palsu yang timbul setelah mati. Vesikasi palsu hanya mengandung udara dan biasanya juga mengandung serum yang jumlahnya sedikit, berisi albumin, namun tidak ada klorida.

Proses perbaikan, seperti tanda-tanda inflamasi, pembentukan jaringan granulasi, pus, dan pengelupasan, menunjukkan bahwa luka bakar tersebut terjadi saat korban masih hidup. Luka bakar yang disebabkan setelah mati menunjukkan tidak ada reaksi vital dan memiliki tampakan dull white dengan membukanya kelenjar pada kulit yang berwarna abu-abu. Organ internal terpanggang dan menimbulkan bau yang khas. Perbedaan antara luka bakar antemortem dan postmortem dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3   Perbedaan luka bakar antemortem dan postmortem2


Identifikasi korban luka bakar10,11


Identifikasi merupakan proses untuk mencari tahu, meneliti sesuatu hal yang kabur, tidak jelas, atau tidak diketahui agar menjadi jelas identitas atau asal-usulnya. Identifikasi forensik merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik untuk menentukan identitas seseorang. Identitas tersebut dapat diketahui dengan berbagai cara, diantaranya mempelajari, mengamati, dan meneliti profil wajah seseorang, pas foto, bentuk kepala, bentuk badan, gigi, atau sidik jari. Identifikasi melingkupi beberapa hal, antara lain pemeriksaan sidik jari, pemeriksaan gigi, dan pemeriksaan DNA.


Pemeriksaan sidik jari


Metode ini dilakukan dengan cara membandingkan sidik jari pada jenazah dengan data sidik jari antemortem. Pemeriksaan sidik jari hingga saat ini merupakan pemeriksaan yang diakui paling tinggi ketepatannya untuk menentukan identitas seseorang.


Pemeriksaan gigi


Pemeriksaan gigi meliputi pencatatan gigi (odontogram) dan rahang yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan manual, sinar X, dan pencetakan gigi-rahang. Odontogram memuat data tentang jumlah, bentuk, susunan, tambalan, protesa gigi, dan sebagainya. Seperti halnya sidik jari, setiap individu memiliki susunan gigi yang khas sehingga dapat dilakukan identifikasi dengan cara membandingkan data temuan dengan data antemortem.


Pemeriksaan DNA


Identifikasi dengan pemeriksaan DNA merupakan upaya untuk membandingkan profil DNA korban dengan DNA pembanding, sehingga didapatkan hasil DNA yang cocok atau tidak cocok.

Kesimpulan


Luka bakar adalah rusak atau hilangnya jaringan yang disebabkan oleh kontak permukaan tubuh dengan sumber panas, seperti kobaran api di tubuh, jilatan api ke tubuh, terkena air panas, tersentuh benda panas, sengatan listrik, bahan-bahan kimia, radiasi, dan sengatan matahari. Luka bakar merupakan salah satu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi yang membutuhkan penanganan khusus.

Luka bakar dapat dibagi menjadi empat derajat berdasarkan kedalaman jaringan yang mengalami kerusakan, yaitu derajat I, derajat II (dangkal dan dalam), derajat III, dan derajat IV. Selain itu, derajat luka bakar juga dapat dinilai dari luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar. Luas luka bakar pada tubuh dapat dihitung dengan metode penghitungan palmar, rule of nine, dan Lund and Browder chart.

Kematian akibat luka bakar dapat berupa kematian cepat yang terjadi beberapa menit hingga beberapa jam setelah terjadinya luka bakar atau kematian lambat yang merupakan hasil dari komplikasi kondisi korban. Selain itu juga perlu ditentukan apakah luka yang terjadi pada korban adalah luka bakar antemortem atau postmortem. Hal ini dapat dilihat dari vesikel/bula yang timbul, gambaran saluran pernafasan, serta gambaran mikroskopis. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi untuk mengetahui identitas korban. Identifikasi korban luka bakar dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan sidik jari, pemeriksaan gigi, dan pemeriksaan DNA.

Referensi

  1. Yovita S. Penanganan luka bakar. Aceh: Pemerintah Aceh; 2013.
  2. Dewi YRS. Luka bakar: konsep umum dan investigasi berbasis klinis luka antemortem dan postmortem. Denpasar: Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2013.
  3. Dewi D, Sanarto, Taqiyah B. Pengaruh frekuensi perawatan luka bakar derajat II dengan madu nectar flora terhadap lama penyembuhan luka. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya; 2011.
  4. Syuhar MN. Perbandingan tingkat kesembuhan luka bakar derajat II antara pemberian madu dengan tumbukan daun binahong pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley. Lampung: Fakultas Kedokteran Universitas Lampung; 2014.
  5. Mansjoer A, Triyanti K, Syafitri R, Wardhani WI, Setiowulan W. Kapita selekta kedokteran jilid II edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius; 1999. h. 368-9.
  6. Muarif Z. Asuhan keperawatan dengan combustio grade II pada Ny. S di Ruang Umar Rumah Sakit Roemani Semarang. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang; 2009.
  7. Anonim. Luka bakar [dikutip tanggal 13 Agustus 2017]. Diakses pada: lomboksehat.blogspot.co.id/2012/05/luka-bakar.html
  8. Prasetyono TOH, Rendy L. Merujuk pasien luka bakar: pertimbangan praktis. Maj Kedokt Indon 2008; 58(6):216-24.
  9. Sjamsuhidajat R, Jong WD. Buku ajar ilmu bedah edisi 2. Jakarta: EGC; 2004. h.73-4.
  10. Veneza ADA. Fungsi sidik jari dalam mengidentifikasi korban dan pelaku tindak pidana. Makassar: Universitas Hassanuddin; 2013.
  11. Syukriani Y. DNA Forensik. Bandung: Sagung Seto; 2012. h. 10.

17 August 2017

Teka-teki #006 - 3 Menjadi 4

Dua belas batang korek api disusun membentuk tiga buah persegi kecil yang sama persis.


Dapatkah Anda mengubah susunan di atas sehingga terbentuk empat buah persegi kecil yang sama persis? Anda hanya boleh memindahkan 3 batang korek. Bagaimanakah caranya?

SOLUSI 
Gambar ini akan menjelaskan semuanya.


$\Downarrow$

Akulah Pejuangmu, Indonesia

Hari ini, Kamis, tanggal 17 Agustus 2017
Genap sudah usia negeriku menjadi 72 tahun
Selamat ulang tahun untukmu, tanah airku, Indonesia
Doaku selalu yang terbaik untukmu, bangsaku, Indonesia

Jika berbicara tentang negeri Indonesia
Kurasa bukan aku orang yang pantas untuk menceritakannya
Karena aku adalah salah satu anak bangsa
Yang langsung merasakan nikmat kebebasan
Yang lahir setelah Indonesia meraih kemerdekaan

Namun bukan berarti aku tidak mengenalmu sama sekali
Sungguh disayangkan jika ada orang yang tidak mengetahui kisahmu
Tidak tahu bagaimana gigihnya perjuanganmu meraih kebebasan
Tidak tahu bagaimana kokohnya persatuanmu melawan penjajahan
Tidak tahu bagaimana cerdasnya pengetahuanmu menyusun tata negara

Hingga pada tanggal yang sama, 72 tahun yang lalu
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan yang dinantikan
Dengan bacaan Teks Proklamasi yang singkat dan tegas
Serta pengibaran Sang Saka Merah Putih yang mempesona
Yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membahana

Sungguh sejarah kemerdekaan Republik Indonesia
Merupakan sebuah sejarah yang sangat menginspirasi
Aku bangga menjadi salah satu pejuangmu
Menjadi salah seorang yang bisa berdiri di atas tanahmu
Semoga engkau juga bangga memiliki pejuang sepertiku
Walaupun belum banyak yang bisa kuberikan untukmu


Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

16 August 2017

Harga Waktu Ayah

Seorang anak selalu menanti kepulangan ayahnya setiap sore dari kantor karena ingin mengajak ayahnya bermain. Suatu sore sepulang kerja, sang ayah ditanya oleh anak tersebut, “Yah, kalau ayah kerja di kantor dibayar berapa sih per bulannya?”

“Ya, sekitar Rp3.000.000,” jawab sang ayah sambil mengernyitkan dahinya.

“Kalau sehari berarti berapa, Yah?” sang anak bertanya lagi.

Ayah mulai bingung, “Rp100.000. Memangnya ada apa sih? Kok, tiba-tiba nanya gaji ayah?”

Sang anak terus saja bertanya, “berarti kalau setengah hari Rp50.000, dong?”

Ayahnya mulai jengkel, “iya. Memangnya ada apa?”

Sang anak menatap ayahnya dengan mantap dan mengajukan permohonan, “begini, Yah. Tolong tambahin tabunganku, dong. Rp5.000 aja. Soalnya, aku sudah punya Rp45.000. Rencananya, aku mau membeli ayah setengah hari saja supaya kita bisa pergi memancing bersama.”

Sang ayah menatap mata sang anak yang penuh pengharapan. Mata sang ayah mulai berkaca-kaca ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anaknya. Polos memang, tetapi juga sangat bermakna. Sang ayah pun dengan segera memeluk anaknya dan tangisan sang ayah tak dapat dibendung lagi.

15 August 2017

Hadiah yang Indah

Ada seorang pemuda yang sebentar lagi akan lulus dari perguruan tinggi. Sudah lama dia menginginkan sebuah mobil sport di tempat pameran sebuah dealer mobil. Dia tahu bahwa ayahnya mampu untuk membelinya dan akan mengabulkan semua permintaannya. Ketika mendekati hari kelulusan, pemuda itu menunggu tanda bahwa mobil itu akan dibeli oleh ayahnya. Pagi hari saat hari kelulusannya, sang ayah memanggilnya ke ruang pribadinya.

Sang ayah berkata kepadanya betapa dia sangat bangga mempunyai seorang anak yang baik dan sang ayah juga berkata betapa dia sangat mencintainya. Kemudian, dia memberi anaknya sebuah kotak hadiah yang terbungkus dengan indah. Dia heran, tetapi betapa pemuda itu tampak kecewa setelah membuka kotak hadiah itu. Kotak itu ternyata berisi sebuah Al-Qur’an yang disampul dengan kulit. Dengan marah, dia berkata dengan nada tinggi kepada ayahnya, “dengan seluruh uang yang kau miliki, kau hanya bisa membeli sebuah kitab suci?” Ia segera meninggalkan rumah, meninggalkan hadiah dari ayahnya.

Sejak meninggalkan rumah, dia sudah lama sekali tidak menghubungi ayahnya lagi. Beberapa tahun telah berlalu dan pemuda itu telah menjadi seseorang yang sukses dalam bisnis. Dia telah memiliki rumah yang bagus dan keluarganya bahagia, tetapi ia teringat akan ayahnya, ia teringat ayahnya sudah sangat tua. Pemuda itu berpikir mungkin ayahnya ingin bertemu dengannya. Dia sudah tidak pernah bertemu ayahnya sejak hari kelulusannya.

Belum sempat dia merencanakannya, dia menerima telegram yang mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia dan menginginkan semua harta warisannya untuk anak laki-lakinya. Dia diminta untuk segera pulang mengurus segala sesuatunya. Ketika dia tiba di rumah ayahnya, tiba-tiba perasaan bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Dia mulai mencari dokumen-dokumen penting ayahnya dan melihat Al-Qur’an yang diberikan ayahnya beberapa tahun yang lalu masih tergeletak di atas meja. Sambil menangis, dia mulai membuka halaman Al-Qur’an itu satu per satu. Ketika dia membaca Al-Qur’an itu, sebuah kunci mobil jatuh dari sebuah amplop di belakang Al-Qur’an. Kunci itu masih berlabel nama dealer mobil yang sama dengan nama dealer mobil tempat mobil sport yang diinginkannya beberapa tahun yang lalu. Pada label itu juga terdapat tanggal kelulusannya dan sebuah kata LUNAS!

14 August 2017

Hari Pramuka dan Permasalahannya di Pekanbaru

Hari Senin, tanggal 14 Agustus 2017, adalah hari ulang tahun Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) Indonesia ke-56. Saya menjadi teringat kembali pada masa-masa SMA dahulu, dimana saya menjadi anggota Pramuka di SMA Negeri 1 Pekanbaru. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama menjadi anggota Pramuka, terutama saat menjalani perkemahan dan lintas alam. Terima kasih Pramuka dan selamat Hari Pramuka ke-56 kepada seluruh rakyat Indonesia umumnya dan seluruh Gerakan Pramuka Indonesia khususnya.


Mengapa tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka? Mengutip tulisan di website Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia,
Secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Untuk merayakan Hari Pramuka tersebut, Gerakan Pramuka Provinsi Riau melaksanakan kegiatan Apel Akbar Pramuka dengan mengundang seluruh anggota Pramuka, pelajar, dan santri yang ada di Provinsi Riau. Berdasarkan publikasi yang dilakukan, apel akbar dilakukan di Jalan Gajah Mada Kota Pekanbaru mulai dari pukul 06.00 WIB. Apel akbar Pramuka di Pekanbaru tahun ini juga memperoleh piagam rekor dari MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai apel akbar Pramuka dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu lebih dari 15.000 orang.

Saya pun turut serta menjadi penonton acara tersebut karena kebetulan rumah saya berada tidak jauh dari lokasi apel akbar Pramuka. Berdasarkan pengamatan saya, acara yang dijadwalkan mulai pada pukul 06.00 WIB baru dimulai pada pukul 08.30 WIB. Hal ini dikarenakan adanya pengisi acara apel akbar tersebut yang terlambat datang karena terjebak kemacetan. Di luar hal itu, apel akbar berjalan dengan lancar mulai dari awal hingga akhir acara.

Berbicara tentang kemacetan, hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengisi acara apel akbar yang terlambat tadi, tetapi dirasakan oleh seluruh warga Kota Pekanbaru yang berlalu lintas di Jalan Gajah Mada dan sekitarnya. Hari Senin yang dikenal sebagai hari yang sangat sibuk ditambah puncak lalu lintas Pekanbaru memang terjadi pada pagi hari menambah hiruk-pikuk kemacetan pagi itu. Aktivitas beberapa orang pagi itu terkendala karena kemacetan yang terjadi akibat banyaknya jalan yang ditutup dan pengalihan arus lalu lintas yang padat ke jalur alternatif yang merupakan jalan-jalan kecil. Berdasarkan berita yang saya baca, pihak pelaksana kegiatan menyampaikan permohonan maaf karena ia tahu kemacetan seperti itu tidak akan bisa dihindari.

Sebenarnya kemacetan seperti itu tidak terjadi pada hari ini saja. Sebelumnya sudah sering ada kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Gajah Mada dan Jalan Diponegoro. Kemacetan yang terjadi pun juga luar biasa. Mengapa saya bisa berbicara seperti ini? Karena saya pernah menjadi salah satu korban kemacetan tersebut. Sekitar bulan November 2016 yang lalu, pada pagi hari pula, ada acara yang dilaksanakan di Jalan Gajah Mada dan Jalan Diponegoro *saya lupa apa acaranya saat itu. Saya juga ingin berangkat ke RSUD Arifin Achmad yang berada di Jalan Diponegoro pada pagi itu. Perjalanan yang biasanya bisa saya tempuh selama 15 menit berubah menjadi lebih dari 1 jam perjalanan. Mungkin memang tidak separah kemacetan di pusat kota lainnya, namun kemacetan seperti ini di Pekanbaru sangat jarang terjadi.

Hal inilah yang sangat saya sayangkan: mengapa kegiatan sebesar ini malah dilaksanakan di badan jalan? Terlebih lagi kegiatan dilakukan pada saat puncak arus lalu lintas Pekanbaru, yaitu saat pagi hari, dan jalan yang digunakan juga merupakan jalan di pusat kota. Jika sudah tahu kegiatan seperti itu akan menyebabkan kemacetan, mengapa masih mengadakan kegiatan di tempat itu? Permohonan maaf yang disampaikan tidak akan menyelesaikan masalah karena masalah awalnya adalah menggunakan badan jalan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan. Saya juga menduga jalan-jalan disekitarnya digunakan sebagai tempat parkir bagi para peserta yang hadir. Bukankah hal ini semakin menambah kemacetan? Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah hal yang sangat saya sayangkan. Saya tidak tahu apakah orang lain juga menyayangkan hal yang sama. Perlu ditekankan juga hal ini hanyalah pendapat dan kritik dari saya, bukan upaya untuk menjelek-jelekkan atau menghina. Tolong jangan penjarakan saya karena tulisan ini :D

Karena saya tidak ingin dicap sebagai tukang kritik tanpa solusi, saya memikirkan solusi yang mungkin dapat dilakukan. Apel akbar pagi ini membuat saya berpikir, “apakah tidak ada sebuah lapangan yang cukup besar untuk dijadikan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini?” Saya memikirkan beberapa tempat, seperti Lapangan Pancasila di Jalan dr. Sutomo, Lapangan Awal Cross di Jalan Jendral Sudirman, Lapangan Purna MTQ di Jalan Jenderal Sudirman, Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Stadion Utama Riau, dll. Apakah tidak ada satu pun tempat-tempat yang saya sebutkan tadi yang bisa dijadikan tempat untuk melaksanakan kegiatan? Jika memang tidak bisa, bagaimana jika dibuatkan sebuah lapangan akbar yang sangat besar di Kota Pekanbaru ini yang bisa dijadikan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan di Kota Pekanbaru atau Provinsi Riau? Sebenarnya saya tidak tahu pasti apa alasan kegiatannya dilakukan di badan jalan. Mungkin saja pihak panitia sudah mencoba mengurus perizinan untuk melakukan kegiatan di lapangan-lapangan tadi, namun tidak mendapatkan izin karena bentrok dengan kegiatan lain. Jika hal seperti itu yang terjadi, saya mohon maaf karena telah berprasangka buruk. Tetapi, usul untuk membuat sebuah lapangan akbar yang sangat luar biasa besar di Kota Pekanbaru ini menurut saya tidak terlalu buruk :D

Ya, semua hal di atas hanyalah pendapat pribadi saya. Tidak ada maksud setitik nila pun untuk menjelek-jelekkan atau menghina pihak tertentu. Semoga hal ini menjadi evaluasi untuk kita semua.

Wal akhir, selamat hari Pramuka ke-56! Salam Pramuka!