#ShameOnYouMalaysia vs #ShameOnYouIndonesia

Di suatu pagi dimana saya bangun kesiangan seperti biasanya, saya membuka media sosial Twitter untuk melihat apa saja berita, peristiwa, dan informasi yang terlewatkan saat masih tertidur. Tidak sengaja saya membuka halaman trending topics dan menemukan hashtag yang menarik: #ShameOnYouMalaysia. Spontan saya langsung mengetuk layar handphone di atas tulisan hashtag tersebut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Trending topics twitter #ShameOnYouMalaysia - 21 Agustus 2017 @ 05.00 WIB
Sumber: data primer

Benar saja, kicauan yang muncul membuat perasaanku bercampur aduk: kaget, kesal, heran, dan seolah tidak percaya sambil geleng-geleng kepala dan mengeluarkan tawa-tawa kecil. Faktor presipitasi yang menyebabkan hashtag itu muncul ke permukaan adalah panitia SEA Games ke-29 tahun 2017 di Malaysia terbalik mencetak bendera Indonesia di souvenir booklet pada acara pembukaan SEA Games tahun ini. Bendara Sang Saka Merah-Putih dicetak putih-merah (seperti bendera Polandia) di booklet tersebut. Tidak hanya itu, terbaliknya bendera Indonesia juga ditemukan pada media cetak surat kabar Malaysia.

Souvenir booklet pembukaan SEA Games 2017 Malaysia yang menampilkan bendera Indonesia terbalik (lingkaran merah)
Sumber: DetikNews

Surat kabar Malaysia yang menampilkan bendera Indonesia terbalik (lingkaran merah)
Sumber: DetikSport

Bendera Negara Indonesia
Sumber: Wikipedia

Baru saja memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus lalu, tweets yang mengekspresikan rasa kesal dan geram dikicaukan oleh banyak penduduk Indonesia setelah melihat bendera kebangsaan Indonesia dicetak terbalik. Bahkan, pembahasan meluas hingga isu klaim kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, yaitu lagu Rasa Sayange dan Reog Ponorogo, yang pernah viral beberapa waktu yang lalu. Saat saya ingin menulis tulisan ini, saya juga menemukan pembahasan tentang “kekurangan” pelaksanaan SEA Games di Malaysia tahun ini, seperti wasit yang “dinilai” berat sebelah saat pertandingan Indonesia vs Malaysia, undian pertandingan sepak bola yang “dinilai” sudah diatur, banyak penonton yang tidak mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan sepak bola, kendaraan operasional yang terlambat menjemput kontingen, dan insiden kekurangan makanan untuk peserta. Serangan terbaru diluncurkan oleh para hacker dengan cara meretas berbagai website Malaysia.

Tim Indonesia menyatakan mundur dari pertandingan saat berhadapan dengan Malaysia karena wasit dinilai tidak adil
Sumber: Twitter @bayupanditaa

Serangan hacker meretas website Malaysia
Sumber: Portal Dieng

Seolah tidak ingin diserang tanpa melawan, hashtag #ShameOnYouIndonesia juga muncul ke permukaan. Saya pun antusias untuk membaca timeline yang membahas tentang hashtag tersebut. Yang saya temukan juga tidak kalah menarik: Indonesia juga pernah salah menampilkan bendera Malaysia saat menjadi tuan rumah SEA Games ke-26 tahun 2011 lalu. Bendera Malaysia yang disebut juga dengan Jalur Gemilang kehilangan satu buah jalurnya pada saat itu. Tidak heran saya pun menemukan sebuah kicauan dari rakyat Malaysia yang isinya: “kesalahan 6 tahun yang lalu bagaimana?” Seolah tidak ingin berhenti disitu saja, saya juga menemukan gambar-gambar yang menampilkan “kesalahan” Indonesia, seperti bendera yang dipasang terbalik di negara sendiri dan gambar buatan Indonesia yang salah memasukkan bendera nasional Thailand. Gambar yang dimasukkan tampak seperti bendera Kosta Rika. Sayangnya gambar-gambar tersebut tidak saya temukan saat saya berusaha mencari sumber awal gambar tersebut. Mungkin saja tidak terlihat oleh saya. Saya mohon maaf atas kekhilafan saya.

Berita Indonesia pernah salah menampilkan bendera Malaysia saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011
Sumber: Team Malaysia @ SEA Games

Bendera Negara Malaysia
Sumber: Wikipedia

Bendera Indonesia dikibarkan terbalik di halaman Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Sumber: Twitter @SyamilLukman

Indonesia salah menampilkan bendera Thailand (lingkaran merah)
Sumber: Twitter @wxyzany

Indonesia salah menampilkan bendera Thailand (lingkaran merah)
Sumber: Twitter @ClaaSun

Bendera Negara Thailand
Sumber: Wikipedia

Bendera Negara Kosta Rika
Sumber: Wikipedia

Melihat perseteruan ini, saya menjadi penasaran akan akhir ceritanya :D

Pihak Malaysia, baik panitia penyelenggara SEA Games dan pemerintah Malaysia, dituntut untuk meminta maaf kepada Indonesia dan seluruh rakyatnya, karena dianggap telah menodai sakralnya bendera Indonesia sebagai identitas nasional. Bahkan dicurigai bahwa hal ini merupakan kesengajaan *saya pun heran darimana kesimpulan seperti ini bisa muncul -_- dan menuntut agar dihukum pidana dengan dasar Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan *silahkan searching sendiri Undang-undangnya kalau pengen tahu :)

Alhamdulillah permohonan maaf telah dilakukan oleh Malaysia, baik dengan mengeluarkan surat permohonan maaf walaupun tidak ada tanda tangannya maupun permohonan maaf secara langsung dengan pihak Indonesia. Menteri Belia dan Sukan Malaysia (Menteri Pemuda dan Olahraga versi Malaysia) beserta perwakilan panitia pelaksana SEA Games 2017 telah menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia untuk menyampaikan permohonan maaf. Kasus sudah selesai dan mari berdamai kembali :)

Surat permohonan maaf dari panitia penyelenggara SEA Games 2017 dan Menpora Malaysia
terkait insiden bendera Indonesia terbalik
Sumber: DetikSport

Surat permohonan maaf dari Menteri Luar Negeri Malaysia terkait insiden bendera Indonesia terbalik
Sumber: DetikNews

Pertemuan Menpora Indonesia (Imam Nahrawi, memegang bendera Malaysia)
dan Menpora Malaysia (Khairy Jamaluddin, memegang bendera Indonesia)
Sumber: DetikSport

Jika ditanya bagaimana pendapat saya, tentu saya juga merasa kesal karena Malaysia membuat kesalahan dalam menampilkan bendera nasional Indonesia, apalagi jika terbukti benar-benar disengaja. Saya juga heran mengapa hal itu bisa terjadi karena bendera Indonesia sangat sederhana kalau menurut saya, tetapi tentu lain halnya jika sebelumnya benar-benar belum pernah mengetahui bagaimana bentuk bendera negara Indonesia. Saya menganggap bendera Indonesia itu sangat sederhana karena saya sudah melihat bendera itu sejak masih kecil dan selalu berulang minimal sekali tiap tahunnya saat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Jika ditanya bagaimana bentuk bendera Malaysia, saya tidak terlalu ingat. Padahal perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara atau ASEAN sudah saya pelajari di bangku sekolah. Mengapa? Karena saya jarang melihatnya. Jika begitu kasusnya, apa yang dilakukan? Benar, mengandalkan internet dan search engine. Anehnya, saya menemukan gambar hasil penelusuran search engine seperti ini:

Hasil penelusuran bendera Indonesia dengan search engine
Sumber: Twitter @SyamilLukman

Karena merasa heran, saya pun melakukan penelusuran dengan menggunakan search engine dan kata kunci yang sama. Hasilnya?

Hasil penelusuran bendera Indonesia dengan search engine
Sumber: data primer

Jika sudah begini, siapa yang disalahkan? Search engine-nya kah? :))

Entah mengapa perseteruan online terlihat begitu berlebihan jika menurut saya. Saat menemukan sebuah kesalahan, dimulailah proses untuk mencari kesalahan lainnya. Mungkin lebih tepatnya mencari-cari kesalahan. Masa lalu kembali diungkit-ungkit dan digunakan untuk memperkeruh suasana. Karena lawan tidak mau dipojokkan begitu saja, lawan pun mulai mencari-cari kesalahan. Miris memang, tetapi itulah yang terjadi. Terlebih lagi saat saya membaca sebuah tweet yang saya duga dari orang Malaysia yang isinya: “oh jadi begini ya orang Indonesia?” Bagaimana reaksi Anda jika membaca hal seperti itu? Marah lagi? Kesal lagi? Kapan perseteruan ini akan berakhir jika begitu terus? -_-

Saya ingin mengutip tanggapan dari Presiden Republik Indonesia terkait terbaliknya bendera Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia, “kita sangat menyesalkan kejadian seperti itu, tetapi tidak usah dibesar-besarkan lah”. Saya setuju Pak, tidak perlu dibesar-besarkan. Menurut saya, perang #ShameOnYou seperti ini terjadi karena kita memberikan tanggapan berdasarkan emosi, bukan berdasarkan akal-pikiran yang rasional dan objektif. Setuju?

Mari kita jadikan pelajaran untuk kita semua: dinginkan kepala, jangan mudah terbawa emosi, jangan terlalu membesar-besarkan masalah, dan introspeksi diri karena tidak ada hal yang sempurna. Kita semua punya pekerjaan yang sangat besar tahun depan dimana Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII 2018. Mari kita bantu memberikan dukungan dan doa semoga semua persiapannya berjalan lancar dan tidak ada kesalahan-kesalahan besar yang terjadi, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatannya. Saya tidak ingin melihat #ShameOnYouMalaysia vs #ShameOnYouIndonesia jilid 2 :))

Sebagai penutup, marilah selalu kita doakan yang terbaik untuk para atlet kita dari Indonesia yang sedang berlaga di ajang SEA Games ke-29 tahun 2017 di Malaysia. Semoga dapat meraih prestasi setinggi-tingginya dan medali sebanyak-banyaknya. Junjung tinggi sportivitas. Salam olahraga!

Comments

  1. wahahahaha.. lucu lucu, berarti udah 1 sama ya MAL dan INA :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya satu sama akibat kebawa emosi hahaha

      Delete

Post a Comment